klikwartaku.com
Beranda Ekonomi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026, Lampaui Ekspektasi di Tengah Ketidakpastian Global

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026, Lampaui Ekspektasi di Tengah Ketidakpastian Global

Ilustrasi warga berbelanja di mini market. (Dibuat menggunakan Google Gemini)

KLIKWARTAKU – Ekonomi Indonesia tetap menunjukkan daya tahan yang kuat pada kuartal II 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), melampaui ekspektasi pasar meski di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai 5,45 persen, mencerminkan aktivitas ekonomi domestik yang tetap solid. Meski sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen, capaian tersebut dinilai masih berada pada jalur yang positif.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga kembali menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 2,67 persen. Kinerja tersebut didukung meningkatnya aktivitas masyarakat selama libur sekolah, momentum hari besar keagamaan, serta pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN).

Konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 15,97 persen secara tahunan. Lonjakan ini didorong percepatan realisasi belanja negara, termasuk pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,87 persen, mencerminkan meningkatnya ekspansi kapasitas produksi oleh pelaku usaha serta berlanjutnya pembangunan berbagai proyek pemerintah.

Dari sisi lapangan usaha, sektor Pengadaan Listrik dan Gas menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 10,81 persen. Kinerja positif juga ditunjukkan sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh 10,60 persen, didorong meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat dan perluasan layanan katering nasional.

Adapun sektor industri pengolahan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian nasional dengan pertumbuhan 4,52 persen. Sektor perdagangan tumbuh 6,39 persen, sedangkan sektor konstruksi meningkat 6,68 persen, menegaskan ketiga sektor tersebut masih menjadi tulang punggung struktur ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, sektor Pertambangan dan Penggalian menjadi satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi, yaitu sebesar minus 1,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan wilayah, Pulau Jawa masih mendominasi struktur perekonomian nasional dengan kontribusi 56,47 persen terhadap PDB Indonesia dan mencatat pertumbuhan 5,65 persen. Selain Jawa, kawasan Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi juga membukukan laju pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata nasional.

Kinerja ekonomi pada kuartal II 2026 menunjukkan permintaan domestik tetap menjadi mesin utama pertumbuhan. Konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, dan investasi mampu menjaga momentum ekspansi ekonomi di tengah perlambatan ekonomi global serta dinamika pasar keuangan internasional.

 

Bagikan:

Iklan