klikwartaku.com
Beranda Nasional DPR Minta Pemerintah Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Pangan

DPR Minta Pemerintah Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Pangan

Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa’adah

KLIKWARTAKU – Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa’adah, meminta pemerintah mewaspadai dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap sektor pangan nasional. Menurutnya, gejolak kurs dolar Amerika Serikat berpotensi meningkatkan biaya impor bahan baku strategis yang selama ini masih dibutuhkan untuk mendukung produksi pangan dalam negeri.

Rina mengatakan pergerakan rupiah perlu dianalisis secara objektif dengan membandingkannya terhadap mata uang negara-negara lain di kawasan ASEAN. Jika pelemahan rupiah terjadi lebih dalam dibandingkan negara tetangga, pemerintah perlu mengevaluasi berbagai faktor domestik yang memengaruhi kondisi tersebut.

“Yang perlu kita lihat bukan hanya angka kurs rupiah terhadap dolar AS, tetapi juga bagaimana posisi Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga. Jika pelemahan mata uang terjadi hampir merata di kawasan, maka tekanan tersebut lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 3 Juni 2026.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah tidak boleh lengah terhadap dampak lanjutan dari depresiasi rupiah. Kenaikan nilai tukar dolar dapat meningkatkan biaya impor berbagai komoditas dan bahan baku yang masih bergantung pada pasokan luar negeri, seperti kedelai, gandum, garam industri, serta bahan baku pakan ternak.

Menurut Rina, kondisi tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan biaya produksi di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Pada akhirnya, kenaikan biaya produksi berpotensi memicu kenaikan harga pangan dan menekan daya beli masyarakat.

“Yang menjadi perhatian kami bukan sekadar pergerakan kurs, melainkan dampaknya terhadap biaya produksi dan ketahanan pangan nasional. Jika biaya impor meningkat, maka tekanan terhadap harga pangan dan biaya produksi petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha perikanan juga akan semakin besar,” katanya.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor, Komisi IV DPR RI mendorong pemerintah mempercepat program swasembada pangan melalui penguatan industri pakan lokal, pengembangan benih unggul nasional, serta penyaluran subsidi yang tepat sasaran bagi petani dan nelayan.

Rina menilai tingginya ketergantungan terhadap impor membuat sektor pangan nasional rentan terhadap gejolak ekonomi global. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Menurutnya, penguatan produksi dalam negeri menjadi langkah strategis agar ketahanan pangan nasional tidak mudah terganggu oleh perubahan nilai tukar maupun dinamika ekonomi internasional. ***

Bagikan:

Iklan