klikwartaku.com
Beranda Metropolitan Krimhum Cekcok Antrean BBM Berujung Maut, Sopir Truk Tewas Dikeroyok

Cekcok Antrean BBM Berujung Maut, Sopir Truk Tewas Dikeroyok

Ilustrasi

KLIKWARTAKU — Polrestabes Palembang berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang mengakibatkan seorang sopir truk meninggal dunia di kawasan SPBU Jalan Noerdin Panji, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.

Kasus yang sempat viral di media sosial itu berhasil diungkap dalam waktu kurang dari 20 jam sejak kejadian.

Korban diketahui berinisial YF (33), warga Kabupaten Banyuasin, yang berprofesi sebagai sopir truk. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok pelaku, pada Selasa malam, 2 Juni 2026.

Satreskrim Polrestabes Palembang bersama Unit Reskrim Polsek Sukarami berhasil mengamankan dua pelaku berinisial OS (23) dan AP (27), pada Rabu 3 Juni 2026. Sementara satu pelaku lainnya berinisial F masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, mengatakan peristiwa bermula saat korban sedang mengantre pengisian bahan bakar minyak jenis solar di SPBU Jalan Noerdin Panji sekitar pukul 21.15 WIB.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan para saksi, korban saat itu menegur seseorang yang diduga menyerobot antrean pengisian BBM. Teguran itu kemudian memicu cekcok di lokasi,” kata Sonny, Kamis 4 Juni 2026.

Menurutnya, pertengkaran sempat dilerai oleh petugas keamanan SPBU dan sejumlah sopir yang berada di lokasi sehingga situasi kembali kondusif. Namun, sekitar 30 menit kemudian, kelompok yang terlibat cekcok tersebut kembali datang menggunakan beberapa sepeda motor.

Setibanya di lokasi, lanjut dia, para pelaku langsung melakukan penyerangan terhadap korban yang saat itu masih berada di sekitar kendaraan yang dikemudikannya.

“Korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan mengemudikan truk yang dibawanya. Namun akibat luka yang dialami, kendaraan tersebut berhenti di seberang SPBU,” ucapnya.

Sonny menerangkan, tak berhenti sampai di situ, para pelaku kembali melakukan penyerangan sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian. Korban kemudian dievakuasi oleh rekan-rekan sesama sopir ke Rumah Sakit Myria Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami tujuh luka tusuk di sejumlah bagian tubuh dan dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan,” terangnya.

Menerima laporan kejadian tersebut, dia menambahkan, personel Polsek Sukarami bersama Satreskrim Polrestabes Palembang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, menganalisis rekaman CCTV, serta mengumpulkan berbagai alat bukti.

Hasil penyelidikan mengarah kepada identitas para pelaku sehingga dua pelaku berhasil ditangkap dalam waktu kurang dari satu hari setelah kejadian.

Dalam pengungkapan kasus ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit truk milik korban, satu bilah senjata tajam jenis pisau bergagang kayu yang diduga digunakan saat penyerangan, serta pakaian yang dikenakan salah satu pelaku ketika kejadian berlangsung.

Sonny mengatakan, kurang dari 20 jam setelah kejadian, dua pelaku berhasil ditangkap. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

“Kami memastikan seluruh pelaku yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sonny menegaskan, tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan yang menghilangkan nyawa orang lain di wilayah hukum Kota Palembang.

“Saat ini penyidik masih terus melakukan pengembangan kasus untuk memburu pelaku yang masuk daftar pencarian orang serta melengkapi alat bukti guna proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. ***

Bagikan:

Iklan