klikwartaku.com
Beranda Metropolitan Krimhum Bayi Laki-Laki Ditemukan Mengapung di Sungai Batu Ampar, Polisi Dalami Identitas Orang Tua

Bayi Laki-Laki Ditemukan Mengapung di Sungai Batu Ampar, Polisi Dalami Identitas Orang Tua

FOTO: Petugas kepolisian mengevakuasi jasad bayi laki-laki yang ditemukan mengapung di perairan Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Rabu, 28 Januari 2026. (Dok. Humas Polres Kubu Raya)

KLIKWARTAKU — Kepolisian Resor Kubu Raya tengah menyelidiki penemuan jasad bayi laki-laki di perairan Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026.

Jasad bayi yang diperkirakan baru berusia satu hari tersebut ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan. Saat ditemukan, bayi berjenis kelamin laki-laki itu mengapung di sungai tanpa busana, dengan tali pusar yang masih menempel dan belum terpotong.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade Ardiansyah mengatakan, penemuan jasad tersebut bermula sekitar pukul 15.00 WIB ketika seorang warga bernama Epinto hendak berangkat bekerja menggunakan perahu motor atau kato.

“Saat melintas di aliran sungai yang berjarak sekitar 100 meter dari kediamannya, saksi melihat objek mencurigakan menyerupai boneka mengapung di sisi kiri sungai,” kata Ade, Selasa 3 Februari 2026.

Ade menuturkan, karena merasa curiga dengan bentuk rambut pada objek tersebut, saksi kemudian memanggil dua rekannya untuk memastikan temuan tersebut. Dengan menggunakan dayung, mereka mendekati objek tersebut dan mendapati bahwa yang mengapung di sungai adalah jenazah bayi manusia.

“Para saksi kemudian mengamankan jasad bayi agar tidak terbawa arus sungai dengan mengikatnya ke tepi menggunakan tongkat bambu dan tali nilon. Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan tim Sosial MTI, sebelum diteruskan ke pihak Polsek Batu Ampar,” tuturnya.

Setelah menerima laporan, lanjut Ade, petugas dari Polsek Batu Ampar dan Polres Kubu Raya langsung bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi jenazah bayi, melakukan olah tempat kejadian perkara awal dan jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak untuk dilakukan otopsi dan visum guna mendukung proses penyelidikan.

“Kuat dugaan bayi ini sengaja dibuang oleh orang tuanya,” terang Ade.

Ade menyatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam dengan melakukan pendataan terhadap warga sekitar dan wilayah perbatasan yang baru saja melahirkan. Hal itu dilakukan untuk mengungkap identitas orang tua bayi yang diduga sengaja membuang bayi tersebut ke sungai sesaat setelah dilahirkan.

“Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait atau mencurigai adanya aktivitas tidak wajar, khususnya warga yang baru melahirkan dan menunjukkan gelagat mencurigakan, agar segera melapor ke kantor polisi terdekat,” imbaunya. ***

Bagikan:

Iklan