klikwartaku.com
Beranda Internasional AS Sita Tanker Minyak Kedua Lepas Pantai Venezuela, Caracas Sebut Aksi Pembajakan

AS Sita Tanker Minyak Kedua Lepas Pantai Venezuela, Caracas Sebut Aksi Pembajakan

Amerika Serikat kembali menyita kapal tanker minyak yang baru berlayar dari Venezuela. Pemerintah Venezuela mengecam keras tindakan AS dan menyebutnya sebagai pencurian serta pembajakan di laut internasional. Foto: Tangkapan layar YouTube ABC7

KLIKWARTAKU — Amerika Serikat kembali menyita sebuah kapal tanker minyak yang baru saja berlayar dari perairan Venezuela. Penyitaan ini menjadi yang kedua dalam bulan ini, sekaligus mempertegas langkah keras Washington terhadap distribusi minyak Venezuela yang berada di bawah sanksi AS.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (Department of Homeland Security/DHS) mengonfirmasi bahwa operasi penyitaan dilakukan oleh Penjaga Pantai AS di perairan internasional. Kapal tersebut diamankan oleh tim taktis khusus setelah disergap pada dini hari.

Langkah ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perintah “blokade” terhadap kapal-kapal tanker minyak yang masuk dan keluar dari Venezuela. Pemerintah AS menuding minyak yang diperdagangkan secara ilegal digunakan untuk mendanai kejahatan lintas negara, termasuk perdagangan narkoba dan terorisme.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, membagikan rekaman video operasi tersebut melalui platform X. Dalam unggahannya, ia menyebut kapal tanker bernama Centuries, yang terakhir berlabuh di Venezuela, berhasil dikuasai dalam operasi menjelang fajar.

“Kami akan terus memburu pergerakan minyak yang melanggar sanksi dan digunakan untuk membiayai narkoterorisme di kawasan,” tulis Noem. Ia menegaskan AS tidak akan berhenti melakukan intersepsi maritim.

Berdasarkan catatan pelayaran, Centuries merupakan kapal berbendera Panama, meski dalam lima tahun terakhir tercatat pernah menggunakan bendera Yunani dan Liberia. Kapal ini tidak tercantum dalam daftar resmi kapal yang dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS.

Pemerintah Venezuela bereaksi keras atas penyitaan tersebut. Caracas menyebut tindakan AS sebagai “pencurian dan penculikan” serta menuding Washington berupaya merampas sumber daya nasional Venezuela. Pemerintah Presiden Nicolás Maduro bahkan menyatakan akan membawa kasus ini ke Dewan Keamanan PBB dan berbagai forum multilateral internasional.

“Perbuatan ini tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi,” demikian pernyataan resmi pemerintah Venezuela.

Ketegangan di kawasan Karibia meningkat dalam beberapa pekan terakhir, seiring bertambahnya kehadiran militer AS dan serangkaian operasi laut yang diklaim menargetkan penyelundupan narkoba. Namun, operasi tersebut menuai kritik karena minimnya bukti publik yang disampaikan pemerintah AS.

Venezuela sendiri merupakan negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia dan sangat bergantung pada ekspor minyak untuk membiayai pengeluaran negara. Penyitaan tanker ini menambah tekanan terhadap perekonomian Venezuela yang telah lama terhimpit sanksi internasional.

Sebelumnya, AS juga menyita kapal tanker Skipper yang diduga bagian dari “armada hantu” pengangkut minyak ilegal Venezuela. Presiden Maduro kala itu menuduh AS menculik awak kapal dan merampas aset negaranya.***

Bagikan:

Iklan