klikwartaku.com
Beranda Nasional Kemkomdigi Telusuri Jejak Sinyal untuk Bantu Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kemkomdigi Telusuri Jejak Sinyal untuk Bantu Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Wamenkomdigi Nezar Patria saat meninjau Posko SAR Gabungan pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang di perairan Selat Sunda, Carita, Pandeglang, Sabtu 12 September 2026

KLIKWARTAKU – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memanfaatkan jaringan operator seluler dan sistem monitoring spektrum frekuensi untuk membantu pencarian delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda. Jejak komunikasi digunakan untuk mempersempit area pencarian rombongan yang terakhir diketahui berada di sekitar Pulau Sebesi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, Kemkomdigi telah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk memantau aktivitas jaringan base transceiver station (BTS) di sekitar Selat Sunda, baik dari wilayah Banten maupun Lampung.

“Komdigi sendiri sudah berkoordinasi dengan operator seluler. Tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung,” ujar Nezar saat meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu 12 September 2026.

Selain jaringan seluler, Kemkomdigi mengerahkan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di Banten dan Lampung. Kedua fasilitas tersebut digunakan untuk memantau kemungkinan adanya sinyal komunikasi yang tertangkap dari wilayah pencarian.

“Melalui balai monitoring frekuensi yang ada di Banten dan Lampung, kita terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap,” katanya.

Menurut Nezar, informasi dari operator seluler telah diteruskan kepada tim SAR untuk menjadi salah satu bahan dalam menentukan lokasi terakhir rombongan. Berdasarkan data tersebut, kontak terakhir terdeteksi pada 7 September 2026 di Pulau Sebesi, salah satu gugusan pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.

“Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi,” ujar Nezar.

Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu. Mereka berada di perairan Selat Sunda untuk menjalankan tugas jurnalistik memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum akhirnya hilang kontak.

Memasuki hari kelima pencarian pada Sabtu 12 September 2026, operasi SAR terus diperluas. Tim SAR Banten yang didukung TNI Angkatan Laut dan Polairud mengerahkan 14 kapal dan satu helikopter untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.

Kemkomdigi juga terus memberikan dukungan melalui infrastruktur komunikasi serta kemampuan monitoring spektrum frekuensi. Koordinasi dengan operator seluler dan tim SAR dilakukan mengikuti perkembangan operasi pencarian di lapangan.

Nezar mengajak masyarakat turut mendoakan keselamatan delapan orang yang masih dalam pencarian.

“Kita terus memantau, terus mencari dan sama-sama kita berdoa. Kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar proses pencarian ini kita semua diberikan kekuatan dan kita bisa menemukan delapan warga kita yang sekarang berada di perairan Selat Sunda,” tuturnya.

Di sisi lain, Kemkomdigi memantau informasi yang beredar di ruang digital terkait insiden tersebut. Langkah ini dilakukan menyusul munculnya sejumlah informasi yang belum terverifikasi.

Nezar mengimbau masyarakat melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi dan menjadikan keterangan resmi dari tim yang terlibat langsung dalam operasi pencarian sebagai rujukan utama.***

Bagikan:

Iklan