klikwartaku.com
Beranda Nasional MTQ Nasional XXXI Buka Ruang Lebih Luas bagi Penyandang Disabilitas

MTQ Nasional XXXI Buka Ruang Lebih Luas bagi Penyandang Disabilitas

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad
KLIKWARTAKU – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, menghadirkan sejumlah pembaruan dalam penyelenggaraan. Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat mekanisme etik dan objektivitas Dewan Hakim sekaligus memperluas partisipasi penyandang disabilitas dalam ajang tersebut.

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026 dengan melibatkan 2.242 peserta dari seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.

Para peserta berkompetisi dalam delapan cabang yang terbagi menjadi 24 golongan dan 48 kategori. Panitia menyiapkan 5.257 materi soal untuk mendukung pelaksanaan seluruh cabang perlombaan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan seluruh persiapan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MTQ berjalan tertib sejak kedatangan kafilah hingga seluruh rangkaian perlombaan selesai.

“Mulai tanggal 11 kita sudah mulai kedatangan tamu-tamu dari seluruh provinsi di Indonesia sampai tanggal 20 September. Kita sukseskan MTQ ke-31 di Semarang ini,” ujar Abu Rokhmad, Sabtu 12 September 2026.

Selain kesiapan peserta dan lokasi perlombaan, Kemenag memperkuat tata tertib dan kode etik bagi seluruh pihak yang terlibat. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga integritas proses musabaqah sekaligus memastikan peserta memperoleh perlakuan yang adil.

Abu Rokhmad mengatakan objektivitas penilaian menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan MTQ. Menurut dia, kualitas penampilan peserta, khususnya pada cabang tilawah, dapat dinilai langsung oleh masyarakat.

“MTQ Nasional ini adalah perlombaan yang betul-betul dilaksanakan secara objektif. Bahkan pada cabang tilawah, masyarakat awam pun dapat menilai dan merasakan kualitas performa peserta yang tampil,” katanya.

Penguatan kode etik dan tata tertib diharapkan dapat mencegah persoalan dalam proses penilaian serta menjaga kepercayaan peserta dan masyarakat terhadap hasil musabaqah.

Pembaruan lain dalam MTQ Nasional XXXI adalah dibukanya ruang partisipasi lebih luas bagi penyandang disabilitas. Kemenag menghadirkan ekshibisi bagi penyandang disabilitas tuli atau sensorik tuli yang diikuti 24 peserta dari sejumlah provinsi.

Kehadiran peserta disabilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat dalam syiar dan pembinaan Al-Qur’an. Kemenag juga membuka peluang agar ekshibisi tersebut dikembangkan menjadi cabang perlombaan resmi pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.

Selain ekshibisi bagi penyandang disabilitas tuli, MTQ Nasional XXXI menyediakan cabang bagi penyandang disabilitas netra.

Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI tersebar di sejumlah lokasi di Kota Semarang yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing cabang.

Cabang Tilawah Dewasa dan Qiraat Sab’ah Mujawwad digelar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, sedangkan Tilawah Anak dan Remaja berlangsung di Convention Hall MAJT.

Cabang Tartil dan Disabilitas Netra ditempatkan di Studio Catwalk BBPVP Kemnaker. Adapun cabang Hafalan Al-Qur’an, Tafsir, Syarhil, Fahmil, Khat, dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an digelar di sejumlah fasilitas pendidikan, pemerintahan, dan keagamaan.

Pembukaan MTQ Nasional XXXI pada Sabtu (12/9/2026) di Lapangan Pancasila Simpang Lima juga dikemas tidak sekadar sebagai seremoni. Rangkaian acara mengangkat perjalanan Al-Qur’an, kebudayaan, dan sejarah Islam di Jawa melalui perpaduan musik, tari, multimedia, serta unsur budaya lokal.

Konsep visual “First Light” menggambarkan cahaya yang menyebar dan kemudian bertransformasi menjadi maskot MTQ, SAQUR atau Sahabat Qur’ani.

Dengan berbagai pembaruan tersebut, MTQ Nasional XXXI diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga meningkatkan kualitas penyelenggaraan, integritas penilaian, dan keterlibatan masyarakat.

Penguatan perangkat lomba, objektivitas Dewan Hakim, serta pembukaan akses bagi penyandang disabilitas menjadi bagian dari upaya menjadikan MTQ semakin profesional dan inklusif.

Bagikan:

Iklan