Trump ke Irlandia, Sinn Féin Ikut Demo Protes Kebijakan AS soal Gaza
KLIKWARTAKU — Kedatangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Irlandia akhir pekan ini tidak akan berlangsung dengan karpet merah tanpa suara penolakan. Partai Sinn Féin memastikan anggotanya ikut turun ke jalan dalam demonstrasi yang diperkirakan melibatkan massa dalam jumlah besar.
Trump dijadwalkan bertemu Presiden Irlandia Catherine Connolly dan Perdana Menteri Micheál Martin. Setelah agenda di Dublin, Trump akan terbang ke lapangan golf miliknya di Doonbeg, County Clare, untuk menyaksikan turnamen Amgen Irish Open.
Namun sebelum golf dan diplomasi, Trump akan berhadapan dengan isu yang sangat sensitif di Irlandia: perang Gaza dan dukungan Amerika Serikat terhadap Israel.
Pemimpin Sinn Féin Mary Lou McDonald mengatakan aksi protes terhadap kunjungan Trump merupakan sesuatu yang wajar. “Saya tidak terkejut akan ada demonstrasi dalam kunjungan ini,” kata McDonald dalam agenda tahunan partainya.
Menurut dia, sikap tersebut berkaitan dengan apa yang disebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional, situasi kemanusiaan di Gaza dan kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat. Sinn Féin juga mendorong para pemimpin Irlandia menggunakan kesempatan bertemu Trump untuk menyampaikan sikap Dublin mengenai Palestina.
McDonald secara khusus meminta Presiden Catherine Connolly membicarakan Gaza ketika bertemu singkat dengan Trump di Áras an Uachtaráin, kediaman resmi presiden Irlandia. Connolly sebelumnya dikenal sebagai suara yang kritis terhadap kebijakan Amerika Serikat sebelum terpilih sebagai presiden tahun lalu.
McDonald mengatakan ia berharap Connolly mengangkat persoalan Palestina, termasuk keterlibatan dan dukungan Amerika Serikat terhadap Israel. Meski pertemuan tersebut diperkirakan berlangsung singkat, Sinn Féin menilai waktu yang terbatas bukan alasan untuk menghindari isu tersebut.
Tekanan serupa diarahkan kepada Micheál Martin yang dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Trump. McDonald meminta perdana menteri menyampaikan pandangan masyarakat dan pemerintah Irlandia mengenai Gaza secara jelas dan tegas.
Sikap Sinn Féin tidak berdiri sendiri. Irlandia dikenal sebagai salah satu negara di Uni Eropa yang paling vokal mendukung Palestina. Posisi tersebut membuat kunjungan Trump memiliki sensitivitas politik yang lebih tinggi dibandingkan kunjungan kenegaraan biasa.
Kedatangan presiden Amerika Serikat berlangsung ketika isu Palestina kembali menjadi pusat perdebatan internasional. Pada Selasa, Inggris juga mengumumkan sanksi terhadap permukiman Israel yang dianggap ilegal di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengatakan langkah tersebut merupakan awal dari pendekatan baru terhadap konflik Israel-Palestina, dengan penekanan pada tindakan terhadap ketidakadilan dan penderitaan.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar membalas dengan menuduh Miliband menyebarkan kebohongan dan mengumumkan tindakan balasan, termasuk rencana penutupan konsulat Inggris di Yerusalem Timur. Dalam situasi tersebut, kunjungan Trump ke Irlandia berpotensi menjadi panggung lain bagi perdebatan mengenai sikap negara-negara Barat terhadap perang Gaza.
Sejumlah politikus oposisi Irlandia menilai pemerintah tidak seharusnya menyambut Trump dengan perlakuan karpet merah. Sinn Féin bahkan telah memastikan keterlibatan mereka dalam demonstrasi.
Bagi partai tersebut, kedatangan Trump bukan hanya persoalan hubungan bilateral Irlandia-Amerika Serikat. Kunjungan itu juga menjadi kesempatan untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan Washington di Timur Tengah.
McDonald mengatakan ia akan terkejut jika tidak ada demonstrasi. “Ya, Sinn Féin akan berada di sana,” ujarnya. Pernyataan tersebut membuat agenda kunjungan Trump memiliki dua wajah.
Di satu sisi, pemerintah Irlandia akan menjalankan protokol diplomatik dan menjamu pemimpin negara sekutu penting. Di sisi lain, kelompok oposisi dan masyarakat sipil akan menggunakan momentum tersebut untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan Amerika Serikat.
Setelah agenda resmi bersama pemimpin Irlandia, Trump dijadwalkan menuju Doonbeg di County Clare. Di sana ia akan mengunjungi lapangan golf miliknya dan menyaksikan Amgen Irish Open. Agenda tersebut menjadi bagian yang lebih santai dari perjalanan Trump, tetapi kehadirannya diperkirakan tetap menjadi magnet demonstrasi.
Bagi pemerintah Irlandia, tantangannya adalah menjaga hubungan dengan Washington tanpa terlihat mengabaikan posisi publik domestik mengenai Palestina. Bagi Sinn Féin, justru di situlah letak kesempatan politiknya.
Partai tersebut ingin memastikan bahwa kunjungan Trump tidak hanya diisi pertemuan resmi, pengamanan ketat dan agenda olahraga, tetapi juga membawa pesan keras mengenai Gaza.
Pertemuan Trump dengan Connolly dan Martin akan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Namun tekanan politik yang mengiringinya jauh lebih besar. Sinn Féin ingin Presiden dan Perdana Menteri Irlandia berbicara tentang Palestina. Para demonstran bersiap menyampaikan pesan serupa dari jalanan.
Pemerintah Irlandia kini berada di antara dua kepentingan: menjaga hubungan strategis dengan Washington dan mempertahankan posisi publik yang selama ini relatif kuat dalam mendukung Palestina.
Trump datang ke Irlandia untuk bertemu pemimpin negara dan menonton golf. Tetapi bagi Sinn Féin, kunjungan itu adalah kesempatan untuk memastikan isu Gaza tidak tenggelam di balik seremoni diplomatik.
Dan ketika demonstrasi mulai memenuhi jalanan, pertanyaan yang muncul bukan lagi sekadar bagaimana Irlandia menyambut Trump, melainkan seberapa berani Dublin menyampaikan sikapnya kepada presiden Amerika Serikat secara langsung.***












