klikwartaku.com
Beranda Internasional Kapal Tanker Bayangan Rusia Kembali Melintas Selat Inggris, Inggris Siaga Usai Penyitaan Smyrtos

Kapal Tanker Bayangan Rusia Kembali Melintas Selat Inggris, Inggris Siaga Usai Penyitaan Smyrtos

Kapal tanker bayangan Rusia kembali memasuki Selat Inggris untuk pertama kalinya setelah penyitaan Smyrtos oleh pasukan Inggris. Kapal Forwarder yang mengangkut minyak Rusia kini menjadi sorotan keamanan Eropa. Foto: Tangkapan layar YouTube FRANCE 24 English

KLIKWARTAKU — Sebuah kapal tanker yang masuk dalam armada “shadow fleet” atau armada bayangan Rusia kembali melintasi Selat Inggris untuk pertama kalinya sejak pasukan Inggris menyita kapal tanker Smyrtos pekan lalu. Pergerakan kapal tersebut memicu perhatian otoritas keamanan maritim Inggris dan NATO di tengah meningkatnya ketegangan terkait pengiriman minyak Rusia yang terkena sanksi Barat.

Data pelacakan kapal menunjukkan tanker bernama Forwarder memasuki Selat Inggris pada Rabu malam setelah berangkat dari pelabuhan Primorsk, Rusia, beberapa hari sebelumnya. Kapal berbendera Rusia itu diketahui mengumumkan tujuan akhirnya menuju Pelabuhan Dongying di China.

Keberadaan Forwarder menjadi sorotan karena kapal tersebut telah masuk daftar sanksi yang dijatuhkan oleh Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa pada 2025. Pemerintah Inggris sebelumnya menuduh kapal itu terlibat dalam pengiriman minyak Rusia untuk menghindari pembatasan ekspor energi yang diberlakukan setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Armada Bayangan Jadi Tulang Punggung Ekspor Minyak Rusia

Armada bayangan Rusia terdiri dari ratusan kapal tanker tua dengan struktur kepemilikan yang sulit dilacak. Jaringan kapal ini digunakan untuk menjaga aliran ekspor minyak Rusia tetap berjalan meskipun menghadapi berbagai sanksi internasional.

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, lebih dari 700 kapal tanker dalam armada tersebut mengangkut sekitar 75 persen minyak Rusia yang dikenai sanksi. Aktivitas mereka dianggap menjadi sumber pendanaan penting bagi Moskow untuk mempertahankan operasi militernya di Ukraina sekaligus menopang perekonomian nasional.

Citra satelit menunjukkan Forwarder meninggalkan terminal minyak Primorsk pada 12 Juni setelah memuat kargo minyak. Pelabuhan tersebut merupakan salah satu pusat ekspor energi terbesar Rusia di kawasan Laut Baltik.

Royal Navy Terpantau di Sekitar Jalur Pelayaran

Meski Kementerian Pertahanan Inggris menolak memberikan komentar terkait operasi terhadap Forwarder, data pelayaran menunjukkan kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Tyne, beroperasi di wilayah yang tidak jauh dari posisi tanker tersebut.

Seorang juru bicara kementerian mengatakan setiap kapal yang menjadi target pengawasan akan dinilai secara individual oleh aparat penegak hukum, militer, dan pakar pasar energi sebelum tindakan apa pun dilakukan.

Pernyataan itu muncul setelah Inggris berhasil menyita tanker Smyrtos pada Minggu lalu. Kapal tersebut dicegat oleh Royal Marines dan petugas National Crime Agency (NCA) karena berlayar tanpa bendera resmi yang terdaftar, sehingga melanggar hukum maritim internasional.

Saat ini Smyrtos masih ditahan di lepas pantai Weymouth, Inggris, sementara kapten kapal telah didakwa atas pelanggaran sanksi internasional.

Sulit Dicegat karena Berbendera Rusia

Para analis maritim menilai kemungkinan Inggris atau negara Barat lainnya melakukan penyitaan terhadap Forwarder relatif kecil. Analis keamanan maritim sekaligus mantan perwira Angkatan Laut Belgia, Frederik Van Lokeren, menjelaskan bahwa situasi Forwarder berbeda dengan Smyrtos.

Menurutnya, kapal yang menggunakan bendera palsu atau menyalahgunakan registrasi memang dapat menjadi sasaran penegakan hukum. Namun Forwarder secara resmi terdaftar menggunakan bendera Rusia sehingga tindakan penyitaan dapat dianggap sebagai eskalasi langsung terhadap Moskow.

Selain itu, pejabat NATO sebelumnya mengungkapkan bahwa fregat Rusia Admiral Grigorovich pernah ditugaskan mengawal tanker minyak Rusia yang terkena sanksi. Meski belum diketahui apakah kapal perang tersebut mendampingi Forwarder, keberadaannya dapat memperumit langkah intersepsi oleh negara-negara Barat.

Jalur Selat Inggris Mulai Dihindari

Sejak penyitaan Smyrtos, sejumlah kapal tanker yang terkena sanksi dilaporkan mengubah rute pelayaran mereka untuk menghindari Selat Inggris. Data pelacakan menunjukkan banyak kapal kini memilih jalur alternatif yang memutar melalui pantai barat Irlandia guna mengurangi risiko pemeriksaan atau tindakan hukum dari otoritas Inggris.

Sebelumnya, investigasi media internasional menemukan hampir 200 kapal armada bayangan Rusia telah melintasi Selat Inggris dalam beberapa bulan terakhir sejak Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan kewenangan kepada militer untuk mencegat kapal-kapal yang melanggar hukum internasional.

Setidaknya dalam 94 kasus, kapal-kapal tersebut sempat memasuki perairan teritorial Inggris yang membentang hingga 12 mil laut atau sekitar 22 kilometer dari garis pantai.

Ketegangan Maritim Kian Meningkat

Kemunculan kembali tanker Forwarder di Selat Inggris menunjukkan bahwa jalur perdagangan minyak Rusia masih terus beroperasi meski menghadapi tekanan sanksi internasional yang semakin ketat.

Di sisi lain, Inggris dan sekutu NATO tampaknya terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas armada bayangan Rusia yang dinilai menjadi salah satu instrumen utama Moskow untuk mempertahankan pemasukan dari sektor energi di tengah konflik berkepanjangan dengan Ukraina.***

Bagikan:

Iklan