klikwartaku.com
Beranda Nasional Satgas PRR Perkuat Mitigasi Bencana Susulan di Aceh dan Sumatra

Satgas PRR Perkuat Mitigasi Bencana Susulan di Aceh dan Sumatra

Kunjungan lapangan Tim Satgas PRR Aceh bersama Balai Kementerian Pekerjaan Umum, yakni BPJN Aceh dan PT Hutama Karya, ke kawasan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah

KLIKWARTAKU – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memperkuat langkah mitigasi di sejumlah titik rawan bencana susulan di Aceh. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan seiring dengan peningkatan keselamatan masyarakat dan ketahanan wilayah terdampak.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah peninjauan lapangan bersama Balai Kementerian Pekerjaan Umum, yakni Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan PT Hutama Karya, ke kawasan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah serta lokasi sinkhole di Kampung Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Kedua lokasi tersebut menjadi perhatian karena masih memiliki risiko lanjutan pascabencana. Di kawasan Enang-Enang, kerusakan jalan dan jembatan terjadi akibat longsoran tebing dan banjir bandang yang sempat memutus akses masyarakat.

Jalur yang berada di ruas Jalan Raya Bireuen–Takengon itu merupakan akses penting bagi mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari wilayah Gayo menuju pesisir utara Aceh. Meski masyarakat telah membuka akses darurat secara swadaya, BPJN Aceh mengingatkan bahwa jalur tersebut masih berisiko tinggi karena kondisi tanah yang labil, medan curam, minim penerangan, serta kerusakan serius pada struktur jembatan.

Satgas PRR menilai penanganan kawasan tersebut harus dilakukan berdasarkan kajian teknis dan geologi secara komprehensif. Selain membuka akses sementara, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah telah merencanakan pembangunan jembatan shortcut yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2027. Sementara itu, BPJN Aceh melalui Satker Wilayah 3 terus melakukan pemeliharaan jalan alternatif guna menjaga konektivitas lintas tengah Aceh.

Perhatian serupa diberikan terhadap fenomena tanah amblas atau sinkhole di Kampung Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Berdasarkan data sementara BPJN, lubang amblas tersebut diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 85 meter dengan luas mencapai tiga hektare.

Fenomena tersebut telah mengakibatkan hilangnya lahan pertanian warga, amblasnya menara listrik, serta terputusnya akses jalan di sekitar lokasi. Struktur tanah yang didominasi material bekas abu vulkanik dan minim batuan dinilai membuat kawasan tersebut rentan mengalami pengikisan, terutama saat curah hujan tinggi dan aktivitas gempa.

Satgas PRR juga mencatat arah pelebaran sinkhole yang sebelumnya menuju hulu Sungai Peusangan kini cenderung bergerak ke arah Danau Laut Tawar. Karena itu, pemantauan harian, pembaruan rambu peringatan, dan pembatasan aktivitas warga di zona berbahaya terus dilakukan guna mencegah terjadinya korban jiwa.***

Bagikan:

Iklan