klikwartaku.com
Beranda Internasional Xi Jinping Kunjungi Korea Utara, China Ingin Tegaskan Pengaruh atas Kim Jong Un

Xi Jinping Kunjungi Korea Utara, China Ingin Tegaskan Pengaruh atas Kim Jong Un

Presiden China Xi Jinping tiba di Korea Utara dalam kunjungan langka untuk bertemu Kim Jong Un. Beijing disebut ingin memperkuat pengaruh di tengah kedekatan Pyongyang dengan Rusia. Foto: Tangkapan layar YouTube Associated

KLIKWARTAKU — Presiden China Xi Jinping tiba di Pyongyang, Korea Utara, pada Senin dalam kunjungan kenegaraan yang jarang dilakukan oleh pemimpin Negeri Tirai Bambu tersebut. Kunjungan itu dinilai menjadi sinyal upaya Beijing memperkuat kembali pengaruhnya terhadap rezim Kim Jong Un di tengah meningkatnya hubungan Pyongyang dengan Rusia.

Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan, disambut langsung oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama istrinya Ri Sol Ju di Bandara Internasional Pyongyang. Kedatangan Xi diiringi tembakan salvo 21 kali dan pertunjukan musik militer yang memainkan lagu kebangsaan kedua negara.

Media pemerintah China, Xinhua, melaporkan ribuan warga Korea Utara memadati alun-alun utama Pyongyang untuk menyambut Xi. Mereka mengenakan pakaian berwarna-warni sambil membawa bendera, bunga, dan balon. Sejumlah bangunan di ibu kota juga dipenuhi atribut bendera China dan Korea Utara.

Kunjungan ini menjadi lawatan pertama Xi ke Korea Utara dalam tujuh tahun terakhir. Selama dua hari agenda kunjungan, Xi diperkirakan menggelar pertemuan bilateral dengan Kim Jong Un guna membahas hubungan strategis kedua negara.

Sebelum tiba di Pyongyang, Xi menulis editorial yang menegaskan hubungan China dan Korea Utara kini memasuki “titik awal sejarah baru” dengan peluang pembangunan yang lebih luas. Ia menekankan bahwa menjaga dan memperkuat hubungan kedua negara merupakan kebijakan tetap Partai Komunis China.

Secara historis, China menjadi sekutu sekaligus mitra ekonomi utama Korea Utara. Berdasarkan estimasi Komite Nasional untuk Korea Utara yang berbasis di Amerika Serikat pada 2022, sekitar 95 persen perdagangan Pyongyang bergantung pada China.

Namun, dinamika geopolitik mulai berubah setelah Rusia menginvasi Ukraina pada 2022. Korea Utara disebut menyediakan dukungan penting bagi Moskow berupa amunisi, artileri, hingga tenaga kerja.

Sejumlah analis menilai Beijing kini berupaya memastikan Korea Utara tidak semakin dekat dengan Rusia. China juga disebut ingin mempertahankan pengaruh strategisnya di Asia Timur Laut di tengah rivalitas yang semakin tajam dengan Amerika Serikat.

Para pengamat memperkirakan Xi dapat menawarkan sejumlah paket kerja sama ekonomi kepada Pyongyang, mulai dari bantuan pangan seperti beras dan pupuk, pembukaan kembali wisata kelompok wisatawan China ke Korea Utara, hingga proyek ekonomi bersama di kawasan perbatasan.

Kunjungan Xi Jinping ke Pyongyang juga dipandang sebagai langkah diplomatik penting untuk menunjukkan posisi China sebagai kekuatan utama di kawasan Asia Timur Laut.***

Bagikan:

Iklan