klikwartaku.com
Beranda Lifestyle Hari ke-7 Ramadhan, Pahala Setara 1.000 Syuhada? Ini Keutamaannya

Hari ke-7 Ramadhan, Pahala Setara 1.000 Syuhada? Ini Keutamaannya

Gambar Ilustrasi suasana malam Ramadhan dengan lampu temaram dan orang berdoa

KLIK WARTAKU – Bulan Ramadhan selalu punya cara istimewa untuk menyentuh hati. Setiap harinya membawa cerita, pahala, dan keutamaan yang berbeda. Tak terasa, umat Muslim kini memasuki hari ke-7 Ramadhan satu momentum yang diyakini menyimpan ganjaran luar biasa.

Di bulan suci ini, setiap detik yang dijalani dengan niat tulus akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Bahkan amalan sederhana seperti tersenyum, berbagi makanan berbuka, hingga menahan amarah bisa menjadi ladang pahala jika dilakukan dengan ikhlas.

Lalu, apa sebenarnya keutamaan puasa di hari ke-7 Ramadhan?

Keutamaan Puasa Hari ke-7 Ramadhan

Mengutip penjelasan dari laman Universitas Al Azhar Indonesia, keutamaan puasa hari ke-7 Ramadhan dijelaskan dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.

Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa orang yang menjalankan puasa pada hari ke-7 Ramadhan akan mendapatkan pahala seperti pahala seribu syuhada dan empat puluh ribu orang yang benar di Surga Na’im.

Surga Na’im sendiri merupakan salah satu tingkatan surga yang penuh kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada tara. Dalam buku Megahnya Surga karya Abdullah Syafi’ie dijelaskan bahwa Surga Na’im diperuntukkan bagi orang-orang beriman yang istiqamah dalam amal saleh.

Surga ini juga disebut dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Luqman ayat 8:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan.”

Ayat ini menjadi penguat bahwa iman dan amal saleh adalah kunci menuju Surga Na’im.

Doa Hari ke-7 Ramadhan

Agar ibadah semakin maksimal, umat Muslim juga dianjurkan membaca doa khusus di hari ke-7 Ramadhan. Doa ini memohon kekuatan dalam berpuasa, dijauhkan dari dosa, serta dimudahkan untuk senantiasa berdzikir.

Berikut doa hari ke-7 Ramadhan:

اللهم صل على محمد وآل محمد

اللَّهُمَّ أَعِنِّي فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَقِيَامِهِ، وَجَنَّبْنِي فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَآثَامِهِ، وَارْزُقْنِي فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ، بِتَوْفِيقِكَ يَا هَادِيَ الْمَضِلَّيْنَ

Artinya:

Ya Allah, bantulah aku untuk melaksanakan puasa dan shalat malamnya. Jauhkanlah aku dari kelalaian dan dosa-dosanya. Karuniakanlah aku dzikir mengingat-Mu secara terus-menerus dengan taufik-Mu, wahai Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang tersesat.

Momentum Refleksi di Tengah Kesibukan

Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika kehidupan modern, Ramadhan menjadi ruang jeda untuk menenangkan diri. Hari ke-7 ini bisa menjadi titik evaluasi: sudah sejauh mana kualitas puasa kita? Apakah hanya menahan lapar dan haus, atau sudah menjaga lisan, pikiran, dan hati?

Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah latihan spiritual untuk memperkuat empati, memperbanyak sedekah, dan membangun kebiasaan baik yang berkelanjutan.

Jangan lewatkan hari ke-7 ini begitu saja. Isi dengan doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak amal saleh. Siapa tahu, di antara langkah kecil itu, tersimpan pahala besar yang Allah SWT siapkan untuk hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.

 

Bagikan:

Iklan