klikwartaku.com
Beranda Nasional Mendikdasmen Ingatkan Siswa Jangan Jadi “Manusia Kelelawar”

Mendikdasmen Ingatkan Siswa Jangan Jadi “Manusia Kelelawar”

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti

KLIKWARTAKU – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengingatkan para siswa agar tidak menjadi manusia “kelelawar” yang terbiasa berkeliaran pada malam hari. Kebiasaan tersebut dinilai dapat berdampak buruk bagi kesehatan, kedisiplinan, serta masa depan generasi bangsa.

“Jangan jadi manusia ‘kelelawar’ yang berkeliaran malam hari,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan, perilaku seperti sering nongkrong atau beraktivitas tanpa tujuan jelas pada malam hari dapat mengganggu pola hidup sehat siswa. Padahal, sebagai calon generasi bangsa yang hebat, siswa dituntut memiliki kebiasaan hidup yang baik dan disiplin.

Abdul Mu’ti menyebutkan, terdapat tujuh kebiasaan penting yang harus diterapkan oleh siswa, salah satunya adalah tidur lebih cepat agar dapat bangun lebih awal sebelum matahari terbit.

“Biasakan tidur cepat. Kalau tidur cepat, insyaallah bangunnya juga cepat,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar siswa tidak berlebihan menggunakan telepon seluler, terutama pada malam hari, karena dapat mengganggu waktu tidur dan menyebabkan sulit bangun pagi.

Menurutnya, saat ini berkembang kebiasaan buruk di kalangan remaja yang dikenal dengan istilah “sleep call”, yakni menelepon hingga tertidur. Kebiasaan tersebut dinilai berdampak negatif terhadap kedisiplinan siswa.

“Kalau yang biasa ‘sleep call’, biasanya tidak bisa bangun pagi. Maka supaya bisa bangun pagi, jangan biasakan ‘sleep call’, agar kalian menjadi anak-anak yang hebat,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidur lebih awal perlu menjadi kebiasaan agar siswa lebih sehat, disiplin, dan siap mengikuti berbagai aktivitas, terutama dalam menerima pelajaran di sekolah.

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pembentukan kebiasaan tidur lebih cepat tidak hanya bergantung pada kesadaran siswa, tetapi juga memerlukan peran aktif guru dan orang tua.

“Harus dikontrol. Kalau dilakukan terus-menerus, itu akan menjadi kebiasaan. Kita harus membangun budaya bersama, dan ini harus melibatkan semua pihak,” pungkasnya.***

Bagikan:

Iklan