klikwartaku.com
Beranda Pro Kalbar Suntik Tetanus ATS Tidak Tersedia di Pontianak , Pasien Dilempar Antar Fasilitas Kesehatan

Suntik Tetanus ATS Tidak Tersedia di Pontianak , Pasien Dilempar Antar Fasilitas Kesehatan

Ilustrasi AI pelayanan kesehatan puskesmas di Pontianak yang kehabisan stok suntik tetanus

KLIK WARTAKU – Seorang warga Kota Pontianak mengeluhkan buruknya pelayanan kesehatan di sejumlah puskesmas dan rumah sakit akibat tidak tersedianya suntik tetanus Anti Tetanus Serum (ATS). Selain kehabisan stok, pasien juga mengaku mengalami praktik saling lempar rujukan antar fasilitas kesehatan, tanpa adanya solusi nyata.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Andi, warga Kota Pontianak, yang awalnya mendatangi Puskesmas Parit H. Husen 2, Kecamatan Pontianak Tenggara, untuk mendapatkan suntik tetanus. Namun setibanya di lokasi, Andi tidak memperoleh pelayanan yang dibutuhkan dengan alasan puskesmas sedang dalam tahap renovasi.

Petugas Puskesmas Parit H. Husen 2 kemudian mengarahkan Andi untuk melanjutkan pengobatan ke Puskesmas Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan. Harapan untuk mendapatkan suntik tetanus kembali pupus, setelah pihak Puskesmas Purnama menyampaikan bahwa stok suntik tetanus ATS tidak tersedia.

Tidak menyerah, Andi kembali diarahkan untuk berobat ke Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak. Namun, alasan serupa kembali diterimanya. Pihak rumah sakit menyatakan stok suntik tetanus juga kosong. Dari sana, Andi kembali dirujuk ke Puskesmas Tani Makmur, namun hasilnya tetap sama, suntik tetanus ATS belum tersedia.

Kondisi tersebut membuat Andi merasa kecewa sekaligus khawatir terhadap kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya layanan kesehatan tingkat pertama, dalam menyediakan obat-obatan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Ia menilai, suntik tetanus merupakan layanan medis penting dan mendesak, terutama bagi pasien dengan risiko infeksi luka. Namun pada kenyataannya, pasien justru harus berpindah-pindah dari satu fasilitas kesehatan ke fasilitas lainnya tanpa kepastian pelayanan.

“Sebagai masyarakat, kami berharap puskesmas bisa menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan pasien. Jangan sampai pasien harus berpindah-pindah tempat hanya untuk mendapatkan satu jenis suntikan,” ujar Andi, Senin, 29 Desember 2025.

Andi berharap ke depan pelayanan puskesmas dan rumah sakit di Kota Pontianak dapat lebih maksimal, khususnya dalam hal ketersediaan obat dan vaksin yang bersifat vital. Ia juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat dari dinas terkait terhadap distribusi dan manajemen stok obat di seluruh fasilitas kesehatan.

Menurutnya, pengawasan tersebut penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan optimal sesuai dengan hak dasar sebagai warga negara.

 

Bagikan:

Iklan