Trump Undang Timnas Iran ke Piala Dunia 2026, Meski Hubungan Masih Tegang
KLIK WARTAKU – Di tengah hubungan geopolitik yang masih panas, kejutan datang dari pemerintahan Donald Trump. Presiden Amerika Serikat itu dikabarkan mengundang tim nasional sepak bola Iran untuk ikut serta dalam ajang bergengsi Piala Dunia FIFA 2026.
Turnamen ini sendiri akan digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Informasi ini diungkap oleh Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih. Ia menyebut undangan tersebut datang langsung dari Presiden Trump.
“Saya tidak akan berbicara atas nama tim Iran, tetapi saya bisa mengatakan Presiden Trump, ketika saya berbicara dengannya, telah mengundang tim Iran ke sini,” ujarnya, dikutip dari Politico, Kamis (16/4/2026).
Tak hanya itu, kabar kehadiran Iran juga diperkuat oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang disebut telah memberi sinyal positif.
“Presiden FIFA juga menyampaikan pernyataan mereka akan datang. Jadi kami mengharapkan mereka hadir,” lanjut Giuliani.
Persiapan Tim Iran Sudah Disusun
Meski hubungan antara Amerika Serikat dan Iran belum sepenuhnya membaik, persiapan tetap berjalan.
Tim nasional Iran dijadwalkan tiba pada 10 Juni 2026 dan akan memulai latihan di Tucson.
Setelah itu, mereka akan menjalani sejumlah pertandingan di beberapa kota besar:
- Los Angeles → melawan Selandia Baru & Belgia
- Seattle → melawan Mesir
Menariknya, ada juga rencana laga persahabatan melawan Puerto Riko sebelum turnamen resmi dimulai.
Piala Dunia 2026 Jadi yang Terbesar
Sebagai informasi, Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah.
Turnamen ini akan diikuti oleh 48 tim dan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Sebelumnya, laporan dari CBS News pada Maret 2026 juga menyebut bahwa Trump telah memberi sinyal kepada FIFA bahwa Iran akan diterima sebagai peserta.
Dinamika Politik vs Sepak Bola
Keputusan ini tentu menarik perhatian dunia. Di satu sisi, hubungan politik kedua negara masih tegang. Namun di sisi lain, sepak bola kembali menunjukkan perannya sebagai jembatan diplomasi global.
Akankah kehadiran Iran di Amerika Serikat berjalan mulus? Dunia kini menunggu bagaimana ajang ini tidak hanya menjadi pesta olahraga, tapi juga panggung hubungan internasional.










