Semalaman Dicari, Pria 60 Tahun yang Hilang Saat Karhutla di Ketapang Berhasil Diselamatkan
KLIKWARTAKU —Â Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang warga yang dilaporkan hilang saat melintasi kawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, pada Rabu 8 Agustus 2026.
Korban ditemukan dalam kondisi selamat, meski mengalami kelelahan setelah semalaman berada di kawasan yang dipenuhi asap.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak, Made Junetra, mengatakan pihaknya menerima laporan dari petugas Damkar BPBD Kabupaten Ketapang, Karyadi, mengenai seorang warga yang belum kembali setelah melintasi lokasi kebakaran hutan di Desa Sungai Pelang, pada Selasa 4 Agustus 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, kami langsung memberangkatkan satu tim Rescue Pos SAR Ketapang menggunakan kendaraan rescue menuju lokasi kejadian,” kata Junetra.
Dia menjelaskan, tim dilengkapi peralatan evakuasi, peralatan medis, navigasi, komunikasi, dan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) untuk mendukung operasi pencarian di lokasi yang dipenuhi asap.
Dia menuturkan, peristiwa bermula ketika sejumlah warga melintas di jalan Desa Sungai Pelang terpaksa berhenti, karena jarak pandang tertutup asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan.
Setelah kondisi asap mulai menipis, lanjut dia, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang dianggap aman. Namun, ketika dilakukan pengecekan, satu orang diketahui tidak ikut bersama rombongan.
Warga kemudian berupaya melakukan pencarian secara mandiri, namun hingga beberapa waktu korban belum berhasil ditemukan.
Tim Rescue Pos SAR Ketapang bergerak menuju lokasi pada malam hari dan melakukan pencarian hingga Rabu pagi. Korban diketahui bernama Daryono Hadi (60), warga Desa Sengkaharak, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang.
“Korban ditemukan dalam keadaan selamat, namun kondisinya lemah. Selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Sungai Pelang untuk mendapatkan penanganan kesehatan,” ucap Junetra.
Junetra menjelaskan, setelah korban berhasil dievakuasi, Operasi SAR resmi ditutup pada pukul 07.05 WIB. Seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.
“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. ***








