klikwartaku.com
Beranda Nasional RSCM Tak Ditemukan Gangguan Fungsi Otak pada Siswi Asal Karo Akibat Keracunan MBG

RSCM Tak Ditemukan Gangguan Fungsi Otak pada Siswi Asal Karo Akibat Keracunan MBG

Ilustrasi keracunan MBG

KLIKWARTAKU – Pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta tidak menemukan gangguan fungsi otak pada Febiona Purba, salah satu dari dua siswi asal Kabupaten Karo, Sumatra Utara, yang dirujuk ke Jakarta setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Febiona menjalani serangkaian pemeriksaan oleh tim multidisiplin RSCM. Hasil evaluasi neurologi, termasuk pemeriksaan fungsi memori dan electroencephalography (EEG), tidak menunjukkan adanya kelainan pada fungsi otak.

Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Neurologi Anak RSCM Prof Setyo Handryastuti mengatakan kesimpulan tersebut diperoleh setelah tim melakukan wawancara, pemeriksaan fisik dan neurologis, serta pemeriksaan penunjang menggunakan EEG.

“Insya Allah, saya bisa pastikan bahwa tidak ada gangguan fungsi otak pada ananda yang pertama,” kata Setyo.

Menurut Setyo, hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi tim medis untuk mengevaluasi kondisi Febiona secara menyeluruh. Dengan kondisi tersebut, Febiona dinilai memiliki peluang untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk bersekolah.

“Insya Allah ke depannya ananda bisa bersekolah kembali, bisa beraktivitas kembali, bisa ceria kembali,” ujarnya.

Selain pemeriksaan neurologis, tim RSCM mengevaluasi kondisi psikologis Febiona. Pemeriksaan psikiatri anak dan remaja menemukan gejala serangan panik yang berkaitan dengan tekanan dan pengalaman traumatis yang dialami pasien.

Dokter Psikiatri Anak dan Remaja Prof Tjhin Wiguna mengatakan kondisi mental Febiona saat ini relatif baik dan stabil. Namun, pasien masih sesekali mengalami kegelisahan sehingga tetap memerlukan pendampingan dan pemantauan.

“Kalau kami lihat dari segi status mentalnya, kondisi saat ini ananda pertama ini cukup baik, cukup stabil, suasana emosinya cukup stabil,” kata Tjhin.

Menurut dia, kegelisahan yang masih muncul menjadi salah satu aspek yang dipantau selama proses pemulihan.

Dengan temuan tersebut, penanganan Febiona tidak hanya berfokus pada kondisi fisik dan neurologis, tetapi juga pemulihan psikologis. Pendekatan multidisiplin dilakukan agar pasien dapat kembali menjalani aktivitas secara bertahap.

Penanganan dua siswi asal Karo tersebut mendapat perhatian Kementerian Kesehatan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengumpulkan tim ahli di RSCM untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi keduanya.

Tim terdiri atas dokter spesialis anak, ahli neurologi, psikiater anak, dan dokter spesialis penyakit dalam. Kolegium anak juga dilibatkan dalam pemeriksaan.

Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga tiba di Jakarta setelah diberangkatkan dari Sumatra Utara pada Sabtu 12 September 2026. Keduanya menggunakan pesawat komersial dengan didampingi orang tua dan tenaga medis.

Untuk sementara, hasil pemeriksaan Febiona menunjukkan tidak ditemukan gangguan fungsi otak. Tim medis masih melakukan pemantauan terhadap kondisi fisik dan psikologisnya sebelum pasien kembali sepenuhnya ke rutinitas sekolah.***

Bagikan:

Iklan