Peringatan 100 Hari Ibu Bong Jun Hiong, Warga dan Tokoh Satukan Doa
KLIK WARTAKU – Peringatan 100 hari wafatnya almarhumah Bong Jun Hiong di Wajok, Mempawah, Jumat (12/9) dini hari, bukan sekadar ritual doa keluarga.
Acara yang berlangsung khidmat di komplek pemakaman Tionghoa itu justru menegaskan posisi penting keluarga S. Widodo, S.E., di tengah masyarakat dan lingkaran elite daerah.
Hadirnya pejabat daerah, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar memperlihatkan bahwa momen duka pribadi berubah menjadi ruang konsolidasi sosial.
Banyak pihak menilai, kehadiran tersebut merupakan bentuk penghormatan tidak hanya kepada almarhumah, tetapi juga terhadap kiprah keluarga Widodo yang konsisten menanamkan pengaruh lewat jalur sosial, maritim, hingga kepelabuhanan.
Widodo sendiri, selain dikenal sebagai Ketua Paguyuban Terminal Untuk Kepentingan Sendiri dan Terminal Khusus Kalbar, serta memimpin PT. Mutiara Nasional Line cabang Pontianak.
Rekam jejak itu menempatkannya di posisi strategis, di mana kepentingan bisnis, media, dan sosial beririsan.
“Almarhumah dikenal ramah dan rendah hati, sementara keluarga Widodo selalu hadir membantu masyarakat. Peringatan ini menjadi bukti kedekatan mereka dengan banyak kalangan,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Ramah tamah sederhana usai doa bersama kian menegaskan bahwa acara tersebut lebih dari sekadar tradisi Tionghoa.
Ia menjadi momentum silaturahmi, penguatan jaringan sosial, dan pengingat bahwa pengaruh keluarga Widodo berakar kuat hingga ke level akar rumput.







