klikwartaku.com
Beranda Internasional Penembakan di Piramida Teotihuacán, Pelaku Terinspirasi Tragedi Columbine

Penembakan di Piramida Teotihuacán, Pelaku Terinspirasi Tragedi Columbine

Pelaku penembakan di Piramida Teotihuacán, Meksiko, diduga terinspirasi tragedi Columbine. Satu turis tewas dan 13 orang luka-luka. Foto: Tangkapan layar YouTube CBS TEXAS

KLIKWARTAKU — Otoritas Meksiko mengungkap pelaku penembakan di kompleks piramida kuno Teotihuacán diduga terinspirasi oleh aksi kekerasan massal di luar negeri, termasuk tragedi penembakan di Amerika Serikat pada 1999.

Pelaku, Julio César Jasso Ramírez, 27 tahun, membawa senjata api, puluhan peluru, serta dokumen dan materi yang berkaitan dengan aksi kekerasan. Ia melakukan serangan seorang diri sebelum akhirnya bunuh diri setelah baku tembak dengan aparat keamanan.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan pelaku menunjukkan tanda-tanda gangguan psikologis dan kemungkinan terpengaruh insiden serupa di luar negeri.

Jaksa Agung Negara Bagian Meksiko, José Luis Cervantes Martínez, menyebutkan bahwa di antara barang bawaan pelaku ditemukan referensi terhadap Columbine High School massacre. Serangan tersebut memang dikenal sebagai salah satu penembakan sekolah paling mematikan di Amerika Serikat.

Menurut keterangan saksi, pelaku sempat menyebut tragedi Columbine saat berada di lokasi. Ia diketahui telah beberapa kali mengunjungi kawasan Teotihuacán sebelum melakukan aksinya, yang dinilai telah direncanakan secara matang.

Insiden terjadi ketika pelaku memanjat Pyramid of the Moon dan melepaskan tembakan dari atas struktur tersebut. Video yang beredar menunjukkan kepanikan wisatawan yang berusaha menyelamatkan diri.

Seorang turis perempuan asal Kanada berusia 32 tahun tewas dalam kejadian itu, sementara 13 orang lainnya mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, tujuh orang terkena tembakan, termasuk dua anak di bawah umur asal Kolombia dan Brasil.

Petugas Garda Nasional dan polisi setempat sempat mengepung pelaku di atas piramida. Setelah sempat dilumpuhkan dengan tembakan di kaki, pelaku akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.

Pasca kejadian, kawasan Teotihuacán yang merupakan situs warisan dunia UNESCO ditutup sementara. Pemerintah Meksiko menyatakan lokasi tersebut akan dibuka kembali dengan pengamanan yang diperketat, termasuk pemasangan detektor logam di pintu masuk.

Presiden Sheinbaum juga menginstruksikan peningkatan keamanan di seluruh lokasi wisata dan situs arkeologi di Meksiko, terutama menjelang penyelenggaraan ajang Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar mulai 11 Juni di Mexico City.

Meski insiden ini menimbulkan kekhawatiran, pemerintah menegaskan bahwa Meksiko tetap aman bagi wisatawan. Data resmi menunjukkan sekitar 16 juta wisatawan asing berkunjung ke negara tersebut sepanjang Januari hingga Februari tahun ini.***

Bagikan:

Iklan