klikwartaku.com
Beranda Internasional PBB Desak Israel Bebaskan Dokter Gaza, Laporan Sebut Alami Penyiksaan Berat

PBB Desak Israel Bebaskan Dokter Gaza, Laporan Sebut Alami Penyiksaan Berat

Pakar PBB mendesak Israel membebaskan dokter Gaza, Dr. Hussam Abu Safia, yang dilaporkan mengalami penyiksaan dan kondisi kesehatan kritis dalam tahanan. Foto: Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English

KLIKWARTAKU — Sejumlah ahli dari Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak Israel segera membebaskan seorang dokter asal Gaza, Dr. Hussam Abu Safia, di tengah laporan bahwa ia mengalami penyiksaan berat selama berada dalam tahanan.

Dalam pernyataan yang dirilis Selasa, pelapor khusus PBB, Tlaleng Mofokeng dan Ben Saul, mengungkapkan kekhawatiran serius atas kondisi kesehatan Abu Safia yang disebut masih kritis. “Ia secara sistematis ditolak akses terhadap pemeriksaan dan perawatan medis penting, sehingga nyawa, kesehatan, dan kesejahteraannya sangat terancam,” ujar mereka dalam pernyataan tersebut.

Abu Safia merupakan mantan direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, salah satu fasilitas kesehatan terakhir yang masih beroperasi di Gaza utara sebelum akhirnya lumpuh akibat serangan militer Israel. Ia ditangkap pada Desember 2024 setelah menolak meninggalkan rumah sakit di tengah eskalasi konflik.

Penahanan Abu Safia dilakukan tanpa dakwaan maupun proses pengadilan, praktik yang menuai kritik luas dari komunitas internasional. Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menyebut kasus ini sebagai bagian dari pola penargetan sistematis terhadap tenaga medis Palestina.

Menurut Amnesty, tindakan tersebut mencerminkan upaya penghancuran sistem layanan kesehatan di Gaza yang berdampak langsung pada kondisi kehidupan warga sipil. Para ahli PBB juga menegaskan bahwa Abu Safia mengalami penahanan sewenang-wenang serta pelanggaran hak asasi manusia, termasuk hak untuk bebas dari penyiksaan dan hak atas layanan kesehatan.

Mereka menyerukan kepada komunitas internasional, terutama negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap Israel, untuk segera mengambil langkah konkret guna memastikan adanya perlindungan, keadilan, dan pemulihan bagi para korban.

“Israel harus membebaskan Dr. Abu Safia dan semua tenaga kesehatan yang ditahan, serta menjamin akses mereka terhadap perawatan medis yang layak,” kata para pelapor tersebut.

Di sisi lain, kehancuran sistem kesehatan di Gaza semakin parah. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia mencatat lebih dari 930 serangan terhadap sektor kesehatan sejak Oktober 2023. Dari total 36 rumah sakit di wilayah Jalur Gaza, seluruhnya mengalami kerusakan, dan hanya sekitar setengah yang masih dapat beroperasi secara terbatas.

Sementara itu, organisasi kemanusiaan Medical Aid for Palestinians melaporkan sedikitnya 1.722 tenaga medis tewas antara Oktober 2023 hingga Oktober 2025—rata-rata lebih dari dua orang setiap hari. Kondisi ini menegaskan semakin rentannya tenaga kesehatan di tengah konflik berkepanjangan, sekaligus memperdalam krisis kemanusiaan yang melanda Gaza.***

Bagikan:

Iklan