klikwartaku.com
Beranda Metropolitan Krimhum Ngaku Jenderal, Pria Aniaya Tiga Pegawai SPBU di Pulogadung

Ngaku Jenderal, Pria Aniaya Tiga Pegawai SPBU di Pulogadung

Foto istimewa

KLIKWARTAKU — Polda Metro Jaya bersama jajarannya bergerak cepat menyelidiki aksi penganiayaan yang dilakukan seorang pria yang mengaku sebagai jenderal terhadap tiga pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk mendalami kejadian tersebut, termasuk menelusuri identitas pria yang mengaku sebagai aparat.

“Polres Jaktim dan Ditreskrimum PMJ sedang mendalami kejadian tersebut dan orang yang mengaku aparat,” kata Budi saat dikonfirmasi, Selasa 24 Februari 2026.

Budi menegaskan, apabila nantinya terduga pelaku terbukti merupakan anggota Polri, maka penanganan akan dilimpahkan ke Propam sebagai pengawas internal.

“Tetapi jika terbukti itu oknum anggota Polri akan ditindaklanjuti Propam,” tegasnya.

Salah satu korban, yakni operator SPBU, Lukman Hakim (19) menceritakan  awal mula insiden tersebut. Dia menyebut terjadi ketidaksesuaian antara barcode pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite dengan kendaraan yang hendak diisi bahan bakar. Situasi itu memicu perdebatan antara pelaku dan petugas.

Menurut Lukman, pria tersebut berkali-kali mengaku sebagai jenderal di kepolisian dan menyebut kendaraan yang dibawanya merupakan “mobil jenderal”.

“Dia bilang, ‘kamu tahu tidak ini barcode-nya jenderal? Kamu tidak tahu ini barcode jenderal?’ Berkali-kali dia ngomong begitu,” ujar Lukman.

Lukman mengaku dirinya dan rekan-rekannya sempat merasa takut karena pelaku juga menyebut kata “Kapolda” saat membentak petugas. Mereka khawatir pria tersebut benar aparat atau membawa senjata api.

“Kami jadi mikir, takutnya dia benar aparat atau bawa senjata api. Jadi, tidak berani melawan,” ucapnya

Akibat penganiayaan itu, tiga pegawai SPBU menjadi korban, yakni Ahmad Khoirul Anam yang telah bekerja sekitar lima tahun, Lukmanul Hakim yang baru enam bulan bekerja setelah lulus SMK, serta Abud Mahmudin dengan masa kerja sekitar empat tahun.

Khoirul Anam mengalami tamparan di bagian pipi, Lukman dipukul di rahang sebelah kanan, sementara Abud dipukul di bawah mata dan pipi dekat mulut hingga menyebabkan giginya copot. Ketiganya terpaksa diliburkan karena masih trauma dan khawatir pelaku kembali. ***

Bagikan:

Iklan