klikwartaku.com
Beranda Nasional MUI: Bulan Sya’ban Momentum Persiapan Menuju Ramadhan

MUI: Bulan Sya’ban Momentum Persiapan Menuju Ramadhan

Ilustrasi Ramadhan/Pixabay

KLIKWARTAKU – Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftahul Huda mengatakan bulan Sya’ban merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan. Persiapan tersebut meliputi aspek fisik, spiritual, dan finansial.

Menurut Kiai Miftah, persiapan diperlukan karena rangkaian ibadah di bulan Ramadhan tergolong padat dan membutuhkan kesiapan yang optimal. Selain kesiapan fisik dan spiritual, ia juga menekankan pentingnya persiapan finansial agar umat dapat memperbanyak sedekah selama Ramadhan.

“Sedekah di bulan Ramadhan pahalanya dilipatgandakan,” ujar Kiai Miftah.

Ia juga mengimbau umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan puasa sunnah di bulan Sya’ban. Pasalnya, dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa bulan Sya’ban merupakan waktu diangkatnya amal perbuatan manusia, sehingga amal yang diangkat diharapkan merupakan amal terbaik.

“Ada riwayat yang menyebutkan bahwa bulan Sya’ban adalah waktu diangkatnya amal. Amalan hamba akan dilaporkan kepada Allah SWT. Karena itu, dianjurkan memperbanyak ibadah dan puasa agar yang diangkat adalah catatan amal yang baik,” jelasnya.

Selain itu, bulan Sya’ban juga memiliki keutamaan dengan adanya malam Nisfu Sya’ban yang dianjurkan untuk diisi dengan berbagai ibadah. Pada malam tersebut, umat Islam disunnahkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, seperti Surat Yasin sebanyak tiga kali, bersalawat, berdoa, serta bersedekah.

Kiai Miftah juga mengingatkan bahwa bulan Sya’ban merupakan kesempatan terakhir bagi umat Islam untuk mengqadha puasa Ramadhan sebelumnya. Hal ini terutama bagi perempuan yang memiliki utang puasa karena haid atau nifas, serta bagi laki-laki yang lalai atau lupa.

“Bulan Sya’ban adalah bulan terakhir untuk mengqadha puasa Ramadhan yang lalu,” tegasnya.

Ia menambahkan, Ramadhan merupakan bulan dengan intensitas ibadah yang tinggi, mulai dari puasa di siang hari hingga qiyamul lail di malam hari, seperti salat tarawih, witir, tahajud, dan tadarus Al-Qur’an.

“Di Ramadhan banyak amalan ibadah yang menguras tenaga. Karena itu, Sya’ban menjadi waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri,” pungkasnya.

Dengan memaksimalkan ibadah di bulan Sya’ban, umat Islam diharapkan dapat memasuki bulan Ramadhan dengan kesiapan yang lebih matang dan meraih keberkahan secara optimal.

Bagikan:

Iklan