klikwartaku.com
Beranda Internasional Memoar Mantan Panglima Angkatan Darat India Picu Keributan Politik di Parlemen

Memoar Mantan Panglima Angkatan Darat India Picu Keributan Politik di Parlemen

Parlemen India memanas setelah Rahul Gandhi mengutip memoar belum terbit mantan panglima angkatan darat yang menuding lemahnya arahan politik saat bentrokan India-Cina di Ladakh pada 2020. Foto: Tangkapan layar YouTube India Today

KLIKWARTAKU — Parlemen India dilanda ketegangan politik setelah pemimpin oposisi Rahul Gandhi mencoba mengutip isi memoar belum diterbitkan karya mantan Panglima Angkatan Darat India, Jenderal MM Naravane. Buku tersebut menyinggung dugaan kegagalan para pemimpin politik memberi arahan tegas kepada militer saat bentrokan mematikan dengan Cina pada 2020.

Keributan terjadi ketika Gandhi membaca potongan dari buku berjudul Four Stars of Destiny dalam sidang parlemen, Senin. Upayanya berkali-kali terhenti akibat interupsi keras dari anggota parlemen Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa.

Memoar Naravane, yang masih menunggu izin pemerintah sejak 2024, memuat tudingan bahwa kepemimpinan politik India tidak memberikan instruksi jelas kepada militer ketika pasukan Cina bergerak mendekati posisi tentara India di Ladakh. Dalam bentrokan di Lembah Sungai Galwan pada 2020 itu, 20 tentara India dan sedikitnya empat personel militer Cina tewas.

Gandhi menyatakan, dalam buku tersebut Naravane mengungkap bahwa ia diminta “bertindak sesuai penilaiannya sendiri” ketika tank-tank Cina bergerak maju. Pernyataan ini, menurut Gandhi, menunjukkan lemahnya pengambilan keputusan di tingkat tertinggi pemerintahan saat krisis berlangsung.

Bentrokan India dan Cina di perbatasan Himalaya pada 2020 merupakan konflik paling berdarah antara kedua negara sejak 1975. Ketegangan baru mereda pada 2024 setelah serangkaian perundingan militer dan diplomatik yang menghasilkan kesepakatan penarikan pasukan di sejumlah titik rawan.

Pemerintah India bereaksi keras atas pernyataan Gandhi. BJP menudingnya melanggar tata tertib parlemen dengan mengutip buku yang belum diterbitkan serta dianggap mencederai kehormatan tentara India. Menteri Pertahanan Rajnath Singh menantang Gandhi untuk menunjukkan buku yang dikutipnya, dengan alasan memoar tersebut belum resmi beredar.

Menteri Urusan Parlemen Kiren Rijiju menyatakan Gandhi seharusnya tidak memaksakan isi yang belum diverifikasi ke dalam forum parlemen. Ketegangan antara kubu pemerintah dan oposisi membuat sidang ditunda pada Senin dan kembali ricuh keesokan harinya. Delapan anggota parlemen dari Partai Kongres akhirnya diskors karena dianggap berperilaku tidak tertib.

Di luar parlemen, Gandhi tetap bersikukuh. Ia menunjukkan salinan memoar Naravane kepada wartawan dan menegaskan sumber yang ia gunakan sahih. Ia bahkan mengutip pernyataan dalam buku tersebut yang menyebut Naravane merasa “ditinggalkan” oleh kepemimpinan politik saat krisis Ladakh.

Kontroversi ini membuat nama Jenderal MM Naravane kembali menjadi sorotan. Ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat India pada 2019–2022. Memoarnya yang mengisahkan perjalanan hidup dan karier militernya tertahan penerbitannya karena diduga memuat rincian sensitif terkait operasi militer.

Sesuai aturan di India, pejabat militer atau intelijen yang telah pensiun wajib memperoleh izin dari institusi terkait sebelum menerbitkan tulisan yang berpotensi menyangkut kedaulatan dan keamanan nasional. Hingga kini, Naravane belum memberikan komentar publik terkait polemik yang menyeret namanya ke pusat pusaran politik nasional.***

Bagikan:

Iklan