klikwartaku.com
Beranda Nasional Kemenkes Kembali Gelar Bulan Vitamin A untuk Balita pada Agustus

Kemenkes Kembali Gelar Bulan Vitamin A untuk Balita pada Agustus

Ilustrasi vitamin A

KLIKWARTAKU – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menggelar Bulan Pemberian Vitamin A pada Agustus 2026 untuk memastikan seluruh balita usia 6–59 bulan memperoleh kapsul vitamin A secara lengkap dua kali dalam setahun. Program ini bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap penyakit infeksi sekaligus mendukung pertumbuhan yang optimal.

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Lovely Daisy, mengatakan cakupan pemberian vitamin A terus menunjukkan peningkatan. Pada 2025, suplementasi mencapai 88,47 persen untuk balita usia 6–11 bulan dan 84 persen pada kelompok usia 12–59 bulan.

Sementara pada periode Februari 2026, cakupan kembali meningkat menjadi 88,84 persen pada balita usia 6–11 bulan dan 91,88 persen pada kelompok usia 12–59 bulan.

“Capaian ini merupakan hasil yang sangat menggembirakan bagi kita. Kini kita bersiap memasuki pemberian vitamin A yang kedua pada bulan Agustus. Yang perlu kita pastikan adalah setiap balita mendapatkan vitamin A secara lengkap, yaitu dua kali setahun,” ujar Lovely.

Ia menegaskan pemberian vitamin A pada Februari saja belum cukup. Seluruh balita harus kembali memperoleh kapsul vitamin A pada Agustus agar perlindungan terhadap penyakit dapat berlangsung sepanjang tahun.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Kemenkes telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan di berbagai daerah guna memastikan ketersediaan logistik vitamin A di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kita harus memastikan logistik vitamin A tersedia di setiap daerah sehingga pada saat pelaksanaan nanti tidak ada yang kekurangan logistik vitamin A,” katanya.

Menurut Lovely, Bulan Pemberian Vitamin A juga menjadi momentum memperkuat layanan kesehatan balita secara terpadu di posyandu maupun fasilitas kesehatan. Dalam satu kunjungan, balita tidak hanya menerima kapsul vitamin A, tetapi juga penimbangan berat badan, pengukuran panjang atau tinggi badan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), pemberian obat cacing, pemeriksaan status imunisasi, serta edukasi kepada orang tua mengenai pengasuhan dan kesehatan anak.

Kemenkes juga terus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan melalui pembaruan pengetahuan mengenai manfaat vitamin A, pengelolaan logistik, implementasi program sesuai standar, serta komunikasi perubahan perilaku agar semakin banyak orang tua membawa balitanya ke posyandu atau fasilitas kesehatan.

Pada pelaksanaan Agustus 2026, Kemenkes menargetkan cakupan pemberian vitamin A minimal menyamai, bahkan melampaui capaian Februari lalu. Menurut Lovely, keberhasilan program tersebut memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, kader, mitra pembangunan, dunia pendidikan, hingga keluarga.

“Mari kita jadikan Bulan Vitamin A sebagai momentum memperkuat pelayanan kesehatan balita secara menyeluruh, termasuk memastikan pencatatan dan pelaporannya dilakukan secara tepat dan cepat,” ujarnya.***

Bagikan:

Iklan