Kemkomdigi: Pahami Utuh Pesan Presiden, Jangan Terjebak Perdebatan Istilah
KLIKWARTAKU – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak masyarakat memahami secara utuh pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga optimisme nasional dan tidak terjebak pada perdebatan istilah yang berpotensi mengalihkan perhatian dari substansi persoalan bangsa.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya mengatakan Presiden tetap memandang kritik publik sebagai masukan penting dalam upaya memperbaiki kinerja pemerintah.
“Presiden memandang kritik, termasuk pemberitaan mengenai sekolah yang mengalami kerusakan, sebagai masukan yang penting untuk diungkap. Berbagai temuan di lapangan menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan. Ini menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan dengan itikad baik menjadi bagian dari proses membangun Indonesia yang lebih baik,” ujar Fifi.
Menurut Fifi, pernyataan Presiden mengenai istilah londo ireng perlu dipahami dalam konteks utuh sebagai sebuah kiasan politik, bukan ditujukan untuk menyudutkan profesi tertentu, media, maupun kelompok masyarakat.
Ia menjelaskan, Presiden mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap narasi yang sengaja dibangun untuk menggambarkan Indonesia seolah tidak memiliki harapan ataupun kemajuan.
“Yang disampaikan Presiden adalah ajakan untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang sengaja merangkai narasi seolah-olah Indonesia tidak memiliki harapan dan tidak sedang bergerak maju. Kritik tentu diperlukan, tetapi berbeda dengan upaya membangun pesimisme secara sistematis,” katanya.
Fifi menegaskan pemerintah tetap menghormati kebebasan pers, kritik masyarakat, serta peran berbagai elemen bangsa sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, ruang publik juga perlu dijaga agar tidak dipenuhi narasi yang mengabaikan berbagai upaya penyelesaian yang tengah dilakukan pemerintah.
Menurutnya, pemerintah akan terus menjawab kritik melalui kerja nyata dan percepatan penyelesaian berbagai persoalan di lapangan.
“Fokus pemerintah adalah menyelesaikan persoalan satu per satu, mempercepat perbaikan di lapangan, dan memastikan masyarakat merasakan manfaatnya. Ruang demokrasi tetap terbuka, tetapi mari bersama-sama menjaga agar kritik menjadi energi perbaikan,” pungkasnya.***






