Kejar Penerimaan, Pemerintah Jaga Defisit Tetap Terkendali
KLIKWARTAKU – Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kebutuhan pembiayaan program prioritas nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan terus mengoptimalkan pendapatan negara tanpa mengabaikan keberlanjutan iklim investasi dan pelestarian lingkungan.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan optimalisasi pendapatan negara dengan tetap menjaga keberlanjutan iklim investasi dan pelestarian lingkungan,” ujar Purbaya saat menyampaikan tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi DPR RI terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa 9 Juni 2026.
Menurutnya, penguatan penerimaan negara akan dilakukan melalui sistem perpajakan yang lebih adaptif terhadap perubahan struktur ekonomi. Pemerintah juga akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pemanfaatan teknologi dan analisis big data guna memperluas basis perpajakan serta meningkatkan efektivitas pengawasan.
Selain dari sektor perpajakan, optimalisasi penerimaan negara juga dilakukan melalui peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), antara lain dengan memperkuat tata kelola sumber daya alam, inovasi layanan publik, penegakan hukum, serta penagihan piutang negara.
Di sisi belanja, pemerintah memastikan efisiensi dan refocusing anggaran akan terus dilanjutkan agar belanja negara semakin produktif dan tepat sasaran. Reformasi subsidi dan bantuan sosial juga akan diperkuat melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Pemerintah secara bertahap mendorong bantuan sosial dan subsidi yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan serta berbasis penerima manfaat langsung,” kata Purbaya.
Pemerintah juga akan memperkuat sinergi belanja pusat dan daerah guna meningkatkan kualitas layanan publik dan mendukung pelaksanaan program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Terkait pengelolaan fiskal, pemerintah menegaskan kebijakan defisit dan pembiayaan APBN 2027 akan dijalankan secara hati-hati dan terukur untuk menjaga kesinambungan fiskal jangka menengah dan panjang.
Postur fiskal tahun 2027 dirancang dengan defisit sebesar 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pendapatan negara diproyeksikan mencapai 11,82 persen hingga 12,40 persen PDB, sedangkan belanja negara berada pada kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen PDB.
Untuk mendukung pembiayaan defisit, pemerintah akan mengembangkan skema pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan melalui sinergi dengan Danantara, Special Mission Vehicles (SMV), Badan Layanan Umum (BLU), serta Sovereign Wealth Fund guna memperkuat ketahanan fiskal nasional.***








