Kapal Pengangkut BBM Diserang Bajak Laut Somalia dengan Granat dan Senjata Berat
KLIKWARTAKU — Sebuah kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) diserang oleh bajak laut bersenjata di lepas pantai Somalia pada awal pekan ini. Para penyerang menembakkan senjata mesin dan granat berpeluncur roket (RPG) sebelum berhasil naik ke atas kapal, demikian laporan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO).
Perusahaan pelayaran Yunani Latsco Marine Management mengonfirmasi kapal miliknya yang diserang adalah Hellas Aphrodite, kapal berbendera Malta yang sedang mengangkut bensin dari Sikka, India, menuju Durban, Afrika Selatan.
Dalam pernyataan resmi, perusahaan memastikan bahwa seluruh 24 awak kapal berada dalam kondisi selamat dan telah berlindung di ruang aman yang diperkuat (citadel).
Semua kru dalam keadaan aman dan kami tetap berkomunikasi dengan mereka,” tulis Latsco Marine. “Tim tanggap darurat kami telah diaktifkan dan bekerja sama dengan otoritas maritim terkait untuk memastikan keselamatan awak kapal.”
Menurut UKMTO, insiden terjadi sekitar 560 mil laut (lebih dari 1.000 km) di tenggara kota Eyl, Somalia, pada pukul 11.48 waktu setempat (08.48 GMT).
Kapten kapal melaporkan satu kapal kecil mendekat dari buritan, menembakkan senjata ringan dan RPG ke arah kapal utama,” tulis UKMTO dalam laporannya.
Perusahaan keamanan maritim Ambrey menduga pelaku serangan adalah bajak laut Somalia, yang aktivitasnya kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Pasukan Angkatan Laut Uni Eropa (EUNAVFOR) yang beroperasi di wilayah tersebut telah diminta memberikan bantuan. Hingga kini, belum ada laporan mengenai korban luka atau kerusakan berat pada kapal.
Kapal Hellas Aphrodite sendiri merupakan kapal tanker yang dibangun pada tahun 2016 dan biasa digunakan untuk pengiriman bahan bakar antarnegara.
Aksi Perompakan di Somalia Kembali Meningkat
Serangan ini menjadi sinyal kebangkitan kembali aktivitas bajak laut di perairan Somalia, yang sempat menurun drastis setelah puncaknya lebih dari satu dekade lalu.
Menurut data International Maritime Bureau (IMB), sedikitnya tujuh insiden perompakan tercatat sepanjang tahun lalu, dan beberapa kapal nelayan telah disita oleh bajak laut pada tahun ini.
Peningkatan serangan tersebut memicu kekhawatiran komunitas pelayaran internasional, mengingat jalur perdagangan di Samudra Hindia merupakan rute vital pengangkutan energi global.
Perompakan di wilayah ini kembali menjadi ancaman serius bagi perdagangan laut internasional,” kata seorang analis keamanan maritim.***









