klikwartaku.com
Beranda Internasional Jenderal Rusia Tewas Akibat Bom Mobil di Moskow, Dugaan Keterlibatan Intelijen Ukraina Muncul

Jenderal Rusia Tewas Akibat Bom Mobil di Moskow, Dugaan Keterlibatan Intelijen Ukraina Muncul

Seorang jenderal tinggi Rusia tewas dalam ledakan bom mobil di Moskow. Otoritas Rusia menyelidiki dugaan keterlibatan intelijen Ukraina di tengah perang yang terus memanas. Foto: Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English

KLIKWARTAKU — Seorang jenderal tinggi militer Rusia dilaporkan tewas setelah sebuah bom mobil meledak di Moskow, ibu kota Rusia, pada Senin pagi waktu setempat. Insiden ini kembali menyoroti meningkatnya ancaman keamanan di jantung kekuasaan Rusia sejak perang dengan Ukraina pecah.

Komite Investigasi Rusia menyatakan korban adalah Letnan Jenderal Fanil Sarvarov (56), Kepala Departemen Pelatihan Operasional Angkatan Bersenjata Rusia. Ledakan terjadi setelah alat peledak yang dipasang di bawah mobil milik korban diledakkan saat kendaraan terparkir di sebuah area parkir dekat blok apartemen di wilayah selatan Moskow.

Petugas penyelidik telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Sejumlah gambar yang beredar menunjukkan sebuah mobil putih rusak parah, dengan pintu-pintu terhempas akibat ledakan, dikelilingi kendaraan lain di area parkir.

Dalam pernyataan resminya, otoritas Rusia mengungkapkan bahwa salah satu dugaan awal mengarah pada keterlibatan dinas intelijen Ukraina. Namun hingga kini, pihak Ukraina belum memberikan komentar terkait insiden tersebut.

Sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022, sejumlah pejabat dan perwira militer Rusia menjadi sasaran serangan di Moskow. Pada April lalu, Jenderal Yaroslav Moskalik juga tewas akibat serangan bom mobil. Sementara itu, Jenderal Igor Kirillov dilaporkan meninggal dunia pada Desember 2024 setelah sebuah alat peledak yang disembunyikan di skuter diledakkan dari jarak jauh.

Seorang sumber Ukraina sebelumnya sempat mengklaim kepada media internasional bahwa kematian Kirillov merupakan operasi dinas keamanan Ukraina. Namun klaim tersebut tidak pernah dikonfirmasi secara resmi, sejalan dengan kebijakan Ukraina yang tidak pernah mengakui atau mengklaim tanggung jawab atas serangan terarah.

Insiden terbaru ini diperkirakan akan semakin memperkeruh ketegangan antara Rusia dan Ukraina, sekaligus memicu penguatan pengamanan terhadap pejabat tinggi Rusia di dalam negeri.***

Bagikan:

Iklan