Inflasi Kalbar Januari 2026 Capai 3,33 Persen, Tertinggi di Kabupaten Sintang
KLIK WARTAKU – Provinsi Kalimantan Barat mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,33 persen pada Januari 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,09.
Secara bulanan, Kalimantan Barat juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,27 persen, sementara tingkat inflasi year to date (y-to-d) hingga Januari 2026 berada pada angka yang sama, yakni 0,27 persen.
Berdasarkan wilayah kabupaten/kota, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Sintang sebesar 4,52 persen dengan IHK 109,05.
Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kota Pontianak sebesar 2,74 persen dengan IHK 108,00.
Inflasi y-on-y di Kalimantan Barat dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
Terdapat sembilan kelompok yang mengalami peningkatan indeks, yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,05 persen; pakaian dan alas kaki sebesar 0,56 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 13,85 persen.
Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 0,49 persen; transportasi sebesar 1,74 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,30 persen; pendidikan sebesar 2,53 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,97 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,48 persen.
Di sisi lain, dua kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang turun sebesar 0,69 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun sebesar 0,44 persen.
Secara umum, inflasi Januari 2026 mencerminkan adanya tekanan harga pada kebutuhan dasar rumah tangga, terutama sektor perumahan dan energi.
Meski demikian, inflasi Kalimantan Barat masih berada dalam kisaran yang relatif terkendali.
Pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan langkah-langkah stabilisasi harga melalui penguatan pasokan, pemantauan distribusi, serta operasi pasar untuk menjaga daya beli masyarakat. **








