Indonesia Shopping Festival 2026 Siap Digelar, Pemerintah inginDongkrak Ekonomi
KLIKWARTAKU – Kementerian Perdagangan mendukung penyelenggaraan Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026 yang akan berlangsung pada 7–23 Agustus 2026. Program belanja nasional dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia ini ditargetkan mampu menciptakan transaksi hingga Rp38 triliun, sekaligus menjadi momentum memperkuat konsumsi rumah tangga sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
Bagi Kalimantan Barat, penyelenggaraan ISF 2026 membuka peluang besar bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor ritel, untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas akses pasar. Dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif dinilai menjadi modal penting agar pelaku usaha daerah dapat memanfaatkan momentum belanja nasional tersebut.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan ISF merupakan salah satu program strategis untuk memperkuat konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian nasional.
“Indonesia Shopping Festival merupakan salah satu kegiatan yang mendukung perekonomian dalam konteks konsumsi rumah tangga. ISF 2026 tidak hanya diselenggarakan di kota-kota besar, tetapi di seluruh Indonesia. Targetnya, ISF 2026 dapat menghasilkan transaksi hingga Rp38 triliun,” ujar Iqbal.
Ia menjelaskan, kinerja ekonomi nasional masih menunjukkan tren positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi 54,36 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Kemendag juga berharap ISF 2026 mampu menjadi wadah promosi yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Iqbal, pemerintah akan memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk mengundang calon pembeli mancanegara agar datang dan berbelanja di Indonesia.
ISF 2026 akan menghadirkan potongan harga hingga 80 persen di 407 pusat perbelanjaan yang tersebar di 24 provinsi. Selain program diskon, festival ini juga diramaikan dengan bazar produk dalam negeri dan UMKM, Festival Kuliner Nusantara, pertunjukan seni budaya, serta program undian berhadiah Big Shop Big Win.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, optimistis ISF akan memperkuat industri ritel nasional melalui sinergi antara pusat perbelanjaan, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan.
Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Hariyadi B.S. Sukamdani, menilai ISF 2026 juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Promosi akan didukung melalui Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) dan Board of Airline Representatives Indonesia (BARINDO).
Bagi Kalimantan Barat, program ini menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan produk-produk unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas. Dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memperkuat daya saing UMKM, mendorong penggunaan produk lokal, serta mengembangkan sektor perdagangan dan pariwisata, ISF 2026 diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha.








