klikwartaku.com
Beranda Lifestyle Gila! China Bangun Pusat Latihan Robot Humanoid

Gila! China Bangun Pusat Latihan Robot Humanoid

Gambar ilustrasi Pusat pelatihan robot humanoid terbesar di China di Beijing yang melatih sekitar 100 robot menjalankan aktivitas manusia.

KLIKWARTAKU – China terus tancap gas mengembangkan teknologi kecerdasan buatan berbasis fisik atau physical AI. Kali ini, pengembangan tersebut dilakukan lewat pusat pelatihan robot humanoid berskala besar di Beijing.

Salah satu fasilitas yang menjadi sorotan adalah Shijingshan Humanoid Robot Data Training Centre. Pusat pelatihan ini memiliki luas lebih dari 10.000 meter persegi dan menampung sekitar 100 robot humanoid.

Bukan sekadar dipajang atau diuji berjalan, robot-robot tersebut benar-benar digembleng untuk menjalankan berbagai aktivitas yang biasa dilakukan manusia.

Mulai dari mengambil botol air, memasukkan kotak makanan ke microwave, memindai paket, melipat pakaian, hingga membereskan peralatan dapur.

Menariknya, proses latihan tersebut melibatkan manusia sebagai instruktur. Pergerakan robot dikendalikan dari jarak jauh menggunakan perangkat khusus. Setiap gerakan kemudian direkam dan diulang berkali-kali untuk menghasilkan data yang nantinya digunakan dalam pengembangan model AI penggerak robot.

General Manager Shijingshan Humanoid Robot Data Training Centre, Zhu Kai, menyebut fasilitas tersebut mampu mengumpulkan sekitar 29.000 jam data setiap tahun.

Data itu berasal dari hampir 700 skenario penggunaan, termasuk aktivitas seperti merangkai bunga dan menata peralatan dapur.

China Bangun Puluhan Pusat Pelatihan Robot

Pengembangan robot humanoid di China ternyata tidak berhenti di Beijing.

Berdasarkan data firma riset Interact Analysis hingga akhir April 2026, sedikitnya terdapat 90 pusat pengumpulan data dan pelatihan robot humanoid yang telah beroperasi, direncanakan, maupun sedang dalam tahap pembangunan di berbagai wilayah China.

Dari jumlah tersebut, 64 fasilitas dilaporkan telah beroperasi penuh.

Provinsi Zhejiang, Guangdong, dan Jiangsu tercatat sebagai wilayah dengan konsentrasi pusat pelatihan robot humanoid terbanyak.

Langkah ini menunjukkan bahwa China tidak hanya mengejar kemampuan robot dari sisi perangkat keras, tetapi juga berupaya membangun infrastruktur data untuk membuat robot semakin mampu berinteraksi dengan dunia nyata.

Robot Tidak Cukup Hanya Punya Hardware Canggih

Untuk menjadi robot yang benar-benar bisa bekerja seperti manusia, perangkat keras canggih ternyata belum cukup.

Robot humanoid membutuhkan pengalaman berinteraksi langsung dengan berbagai benda dan situasi di lingkungan manusia.

Misalnya, robot harus mampu menentukan seberapa kuat tangan menggenggam sebuah benda agar tidak terjatuh atau rusak. Robot juga harus mampu menyesuaikan gerakannya ketika berhadapan dengan benda yang memiliki bentuk, berat, ukuran, dan tekstur berbeda.

Hal inilah yang membuat data fisik berkualitas tinggi menjadi salah satu kebutuhan terbesar dalam pengembangan physical AI.

Berbeda dengan chatbot yang dapat mempelajari pola dari teks, foto, maupun video di internet, robot humanoid membutuhkan data dari interaksi fisik secara langsung.

Data Jadi Tantangan Besar

CEO platform layanan data physical AI Maniformer, Yao Maoqing, memperkirakan robot membutuhkan puluhan juta hingga ratusan juta jam data sebelum dapat digunakan secara luas.

Masalahnya, ketersediaan data interaksi fisik berkualitas tinggi secara global saat ini masih jauh dari kebutuhan tersebut. Data yang tersedia disebut baru mencapai beberapa ratus ribu jam.

Artinya, perlombaan pengembangan robot humanoid bukan hanya soal siapa yang memiliki robot paling canggih.

Siapa yang mampu mengumpulkan, mengolah, dan menggunakan data fisik dalam jumlah besar juga akan menjadi bagian penting dari persaingan teknologi AI ke depan.

China kini terlihat serius membangun ekosistem tersebut, dari robot, pusat pelatihan, instruktur manusia, hingga infrastruktur pengumpulan data.

Jika tren ini terus berkembang, robot humanoid bukan lagi sekadar teknologi untuk demonstrasi. Robot bisa semakin dekat dengan aktivitas nyata manusia di rumah, gudang, industri, hingga berbagai sektor layanan.

Bagikan:

Iklan