Kerupuk Basah Kapuas Hulu Laris Manis di MTQ XXXIV Kalbar di Kayong Utara
KLIKWARTAKU – Aroma khas ikan yang menggoda dari Stand Kabupaten Kapuas Hulu menjadi magnet tersendiri di arena pameran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.
Produk kuliner andalan berupa kerupuk basah diserbu pengunjung hingga sekitar 2.000 batang habis terjual hanya dalam dua hari penyelenggaraan.
Kuliner khas berbahan dasar ikan itu dijual seharga Rp15 ribu per batang dan menjadi salah satu produk paling diminati di antara berbagai makanan serta hasil olahan yang dipamerkan di stand Kapuas Hulu.
Wakil Bendahara Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kapuas Hulu, Wiwi Widyawati, mengatakan tingginya minat masyarakat membuat persediaan kerupuk basah terus menipis sejak hari pertama pameran.
“Sampai hari ini sekitar 2.000 batang sudah terjual sejak kemarin. Kita menjualnya per batang sehingga memudahkan pengunjung yang ingin mencicipi,” ujarnya.
Selain kerupuk basah, stand Kapuas Hulu juga menawarkan berbagai produk unggulan hasil alam dan olahan UMKM daerah.
Mulai dari ikan asin biawan, ikan asin lais, telur ikan biawan, ikan salai, aneka jenis kerupuk, madu lebah liar, hingga keratom yang menjadi salah satu komoditas khas dari wilayah tersebut.
“Di sini ada ikan asin, bahkan beberapa sudah habis terjual. Ada ikan asin biawan, ikan asin lais, telur biawan, ikan salai, beberapa jenis kerupuk, madu alam dari lebah liar, bukan lebah budidaya, kemudian ada juga keratom,” kata Wiwi.
Ramainya transaksi di stand tersebut menunjukkan tingginya ketertarikan masyarakat terhadap produk-produk lokal Kapuas Hulu. Tidak sedikit pengunjung yang datang kembali untuk membeli produk favorit mereka.
Salah satunya Nabila, warga asal Pulau Jawa yang telah lama menetap di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Ia mengaku sengaja kembali membeli kerupuk basah karena menyukai cita rasa khas yang sulit ditemukan di daerah lain.
“Enak, terasa sekali rasa ikannya. Ini saya beli yang kedua kalinya. Sebelumnya pernah mencoba karena ada teman kantor yang berasal dari Kapuas Hulu. Begitu ada dijual di sini, saya langsung beli lagi karena memang enak,” tuturnya.
Keberhasilan Stand Kapuas Hulu menarik minat ribuan pengunjung menjadi bukti bahwa kuliner tradisional dan produk lokal masih memiliki daya saing yang tinggi.
Ajang MTQ tidak hanya menjadi ruang syiar keagamaan, tetapi juga menjadi etalase promosi potensi daerah yang membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner dan hasil alam Kapuas Hulu kepada masyarakat Kalimantan Barat. *** Julizal








