klikwartaku.com
Beranda Metropolitan Krimhum Nasib 52 Calon Branch Manager PT Pos Indonesia Menggantung, Kepastian Pengangkatan Tak Kunjung Datang

Nasib 52 Calon Branch Manager PT Pos Indonesia Menggantung, Kepastian Pengangkatan Tak Kunjung Datang

KLIKWARTAKU — Sebanyak 52 peserta yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi calon Branch Manager (BM) Kantor Cabang Pembantu (KCP) PT Pos Indonesia Regional VI Makassar mengaku hingga kini belum memperoleh kepastian terkait pengangkatan sebagai karyawan.

Kondisi tersebut  menimbulkan keresahan karena sebagian peserta telah mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya demi mengikuti proses rekrutmen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari salah seorang peserta, Hadrawi mengatakan proses rekrutmen diawali dengan pengumuman lowongan yang dibuka pada 9 hingga 15 April 2026. Seleksi kemudian berlanjut hingga tahap akhir berupa pelatihan (training) dan sidang marketing yang berlangsung pada Mei hingga Juni 2026.

Dia menerangkan, sebanyak 52 calon BM KCP mengikuti pelatihan di masing-masing Kantor Cabang (KC). Seluruh peserta dikabarkan telah menyelesaikan tahapan tersebut dan saat ini masih menunggu keputusan dari kantor pusat mengenai pengangkatan.

“Informasi yang kami terima melalui pesan Telegram hanya berupa pesan biasa yang dikonfirmasi dari Kantor Regional VI bahwa perekrutan akan dilakukan secara bertahap dan masih menunggu keputusan dari kantor pusat,” kata Hadrawi, Jumat 31 Juli 2026.

Menurutnya, ketidakjelasan tersebut berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi para peserta. Dia menyebut tidak sedikit peserta yang telah mengeluarkan biaya pribadi, meluangkan waktu selama mengikuti pelatihan, bahkan memutuskan berhenti dari pekerjaan sebelumnya karena meyakini proses rekrutmen telah memasuki tahap akhir.

“Pelatihan sendiri berlangsung selama hampir satu bulan, yakni mulai 15 Mei hingga 11 Juni 2026, dengan penutupan dijadwalkan pada 12 Juni 2026. Namun hingga akhir Juli 2026, kami belum menerima kepastian mengenai jadwal pengangkatan maupun status kelulusan,” ucapnya.

Hadrawi menuturkan, para peserta mempertanyakan apabila sejak awal perusahaan menghadapi kendala terkait formasi atau kondisi keuangan, mengapa proses rekrutmen tetap dilaksanakan hingga tahap pelatihan.

“Kami menilai perlu ada evaluasi terhadap pihak yang menyampaikan informasi apabila memang terdapat ketidaksesuaian antara rencana rekrutmen dengan kondisi sebenarnya di lapangan,” ujarnya.

Hadrawi mengatakan, peserta juga mempertanyakan jumlah kebutuhan Branch Manager yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan.

Menurut mereka, apabila formasi yang tersedia hanya sekitar 12 KCP, sementara peserta pelatihan mencapai 52 orang, maka terdapat sekitar 40 peserta yang berpotensi tidak memperoleh penempatan meski telah mengikuti seluruh tahapan seleksi.

“Kami tidak bermaksud mengkritik siapa pun. Namun kami berharap ada kepastian atas proses yang sudah kami jalani. Banyak dari kami yang rela meninggalkan pekerjaan lama demi mengikuti training selama satu bulan penuh,” ungkap Hadrawi.

Hadrawi berharap, PT Pos Indonesia segera memberikan kepastian mengenai status rekrutmen, sekaligus mempertimbangkan bentuk pertanggungjawaban atas waktu, biaya, tenaga, dan pekerjaan yang telah mereka tinggalkan selama mengikuti proses seleksi.

Sesuai dengan Undang undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, informasi dalam pemberitaan ini berasal dari keterangan peserta rekrutmen dan dokumen yang mereka sampaikan kepada redaksi.

Redaksi memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada manajemen PT Pos Indonesia, khususnya Regional VI Makassar maupun Kantor Pusat PT Pos Indonesia, untuk menyampaikan hak jawab, klarifikasi, atau penjelasan resmi terkait proses rekrutmen Branch Manager KCP, jumlah kebutuhan formasi, status pengangkatan peserta, serta kebijakan perusahaan mengenai tahapan seleksi tersebut. Hak jawab akan dimuat secara proporsional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik.***

Bagikan:

Iklan