klikwartaku.com
Beranda Nasional Menhaj: Tantangan Haji 2027 Lebih Berat

Menhaj: Tantangan Haji 2027 Lebih Berat

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf

KLIKWARTAKU – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) KH Mochamad Irfan Yusuf meminta jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tidak berpuas diri atas capaian penyelenggaraan ibadah haji 2026. Ia menegaskan, tantangan penyelenggaraan haji 2027 akan semakin berat sehingga peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah harus terus dilakukan.

“Kadang kita berpikir tahun pertama berat, tahun kedua akan lebih mudah karena kita sudah mengetahui masalahnya. Tetapi 2027 justru menjadi tahun yang lebih berat,” ujar Irfan.

Irfan mengatakan, Kemenhaj resmi dibentuk pada 8 September 2025. Sejak itu, kementerian mulai membangun sistem sekaligus menjalankan mandat penyelenggaraan ibadah haji dengan jajaran yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga.

Menurutnya, penyelenggaraan haji 2026 menjadi pengalaman penting bagi Kemenhaj dalam memperkuat tata kelola dan pelayanan. Hal itu antara lain tercermin dari hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan jemaah mencapai 93,2 persen.

Meski demikian, capaian tersebut tidak boleh membuat jajaran Kemenhaj mengendurkan upaya perbaikan. Perubahan kebijakan di Arab Saudi serta dinamika biaya penyelenggaraan haji menjadi tantangan yang perlu diantisipasi untuk musim haji berikutnya.

“Kalau tahun ini kita mendapatkan penilaian 93,2 persen, tahun depan harus lebih dari itu. Kita tidak bisa leha-leha. Tantangannya jauh lebih berat,” tegasnya.

Irfan menilai pengalaman yang diperoleh selama dua musim haji sebelumnya harus menjadi modal untuk melakukan perbaikan, bukan membuat jajaran merasa seluruh persoalan telah terselesaikan.

Ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kemenhaj memanfaatkan pengalaman tersebut untuk memperkuat koordinasi, memperbaiki berbagai kelemahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.

Selain itu, Irfan menekankan pentingnya menjaga kekompakan tim. Menurutnya, jajaran Kemenhaj kini semakin memahami berbagai persoalan dalam penyelenggaraan haji. Pemahaman tersebut harus menjadi modal untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

“Jangan sampai karena kita sudah tahu masalahnya, kita kemudian merasa semuanya mudah. Justru karena kita sudah tahu, kita harus bekerja lebih baik,” katanya.

Irfan berharap capaian penyelenggaraan haji 2026 menjadi pijakan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik pada 2027. Menurutnya, keberhasilan tidak cukup hanya dengan mempertahankan capaian yang telah diraih, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pengalaman berhaji yang aman, nyaman, mudah, dan bermakna bagi jemaah.***

Bagikan:

Iklan