klikwartaku.com
Beranda Internasional Pejabat Ukraina Kembalikan Penghargaan Polandia, Sengketa Sejarah Perang Dunia II Picu Ketegangan Baru

Pejabat Ukraina Kembalikan Penghargaan Polandia, Sengketa Sejarah Perang Dunia II Picu Ketegangan Baru

Sejumlah pejabat tinggi Ukraina mengembalikan penghargaan dari Polandia setelah Presiden Volodymyr Zelenskyy dicabut gelar kehormatan tertinggi. Sengketa sejarah Perang Dunia II kembali memicu ketegangan antara dua sekutu. Foto: Tangkapan layar YouTube FRANCE 24 English

KLIKWARTAKU — Hubungan antara Ukraina dan Polandia kembali menghadapi ujian setelah sejumlah pejabat tinggi Ukraina memutuskan mengembalikan penghargaan yang sebelumnya diberikan oleh pemerintah Polandia.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas keputusan Warsawa mencabut gelar kehormatan tertinggi yang pernah dianugerahkan kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Keputusan ini memicu ketegangan diplomatik baru di tengah kerja sama erat kedua negara dalam menghadapi konflik yang masih berlangsung antara Ukraina dan Rusia.

Pejabat Ukraina Serentak Kembalikan Penghargaan

Beberapa tokoh penting Ukraina yang mengembalikan penghargaan Polandia antara lain Kyrylo Budanov, Duta Besar Ukraina untuk Polandia Vasyl Bodnar, serta Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha.

Mereka menilai keputusan Polandia terhadap Zelenskyy tidak hanya menyakiti hubungan bilateral, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan oleh Rusia untuk memperlemah solidaritas di antara sekutu-sekutu Ukraina.

Budanov menegaskan bahwa sejarah panjang kedua negara seharusnya menjadi ruang refleksi bersama, bukan dijadikan alat kepentingan politik jangka pendek.

“Hubungan Ukraina dan Polandia dibangun melalui banyak momen heroik sekaligus tragedi sejarah. Perbedaan pandangan mengenai masa lalu seharusnya diselesaikan melalui dialog, bukan langkah-langkah yang memperuncing perpecahan,” tulisnya dalam pernyataan resmi.

Awal Mula Kontroversi

Perselisihan bermula setelah Presiden Zelenskyy mengeluarkan dekrit pada Mei lalu yang memberikan nama baru kepada salah satu unit militer Ukraina dengan menggunakan nama Tentara Pemberontak Ukraina atau UPA.

UPA merupakan organisasi paramiliter yang aktif pada dekade 1940-an hingga 1950-an. Bagi sebagian masyarakat Ukraina, kelompok tersebut dianggap simbol perjuangan kemerdekaan melawan pendudukan Nazi Jerman dan Uni Soviet.

Namun bagi banyak warga Polandia, UPA identik dengan pembantaian ribuan warga Polandia di wilayah Volhynia dan Galicia selama Perang Dunia II, sebuah luka sejarah yang hingga kini masih menjadi isu sensitif dalam hubungan kedua negara.

Polandia Cabut Penghargaan Tertinggi untuk Zelenskyy

Presiden Polandia, Karol Nawrocki, mengumumkan pencabutan penghargaan Order of the White Eagle yang sebelumnya diberikan kepada Zelenskyy pada tahun 2023. Penghargaan tersebut merupakan tanda kehormatan tertinggi Polandia yang diberikan atas kontribusi dalam bidang keamanan, ketahanan nasional, dan perlindungan hak asasi manusia.

Menurut Nawrocki, penggunaan nama UPA oleh pemerintah Ukraina dianggap tidak sejalan dengan sensitivitas sejarah masyarakat Polandia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak mengubah komitmen Polandia untuk terus mendukung Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia.

Ukraina Sebut Keputusan Menguntungkan Rusia

Pemerintah Ukraina menanggapi langkah Polandia dengan nada kecewa. Budanov menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan yang tidak bersahabat terhadap rakyat Ukraina. Ia bahkan menilai langkah itu dapat menjadi keuntungan politik bagi Moskow yang selama ini berupaya memecah solidaritas negara-negara pendukung Kyiv.

Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha menyebut keputusan tersebut sebagai “kesalahan strategis”, sementara Duta Besar Vasyl Bodnar mengatakan bahwa keputusan itu sangat menyakitkan ketika Ukraina masih berjuang mempertahankan wilayahnya dari serangan Rusia.

Donald Tusk Minta Ketegangan Diredam

Di tengah memanasnya polemik, Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, menyerukan agar kedua negara menahan diri dan tidak memperburuk situasi. Menurut Tusk, perselisihan antara Polandia dan Ukraina hanya akan menguntungkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, serta menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu Barat.

Ia meminta kedua pihak untuk kembali fokus pada tantangan utama yang sedang dihadapi kawasan, yaitu perang yang masih berlangsung di Ukraina dan ancaman keamanan regional yang lebih luas.

Luka Sejarah yang Belum Selesai

Perdebatan mengenai UPA bukanlah isu baru dalam hubungan Polandia dan Ukraina. Organisasi tersebut memiliki posisi yang sangat berbeda dalam narasi sejarah kedua negara.

Di Ukraina, sebagian kalangan memandang UPA sebagai simbol perjuangan nasional melawan kekuatan asing. Sebaliknya, di Polandia, kelompok itu dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan massal warga sipil Polandia selama masa perang.

Perbedaan interpretasi sejarah tersebut kembali muncul ke permukaan dan berpotensi menjadi tantangan diplomatik baru bagi dua negara yang selama beberapa tahun terakhir dikenal memiliki hubungan strategis yang kuat.

Meski ketegangan meningkat, para pengamat menilai kepentingan bersama dalam menghadapi ancaman Rusia kemungkinan besar akan mendorong Kyiv dan Warsawa untuk mencari jalan kompromi demi menjaga kemitraan yang selama ini menjadi salah satu pilar penting keamanan di Eropa Timur.***

Bagikan:

Iklan