Drone Ukraina Serang St Petersburg, Rusia Sebut Serangan Terbesar Sejak Perang Dimulai
KLIKWARTAKU — Rusia menyebut serangan drone Ukraina ke wilayah St Petersburg sebagai serangan yang “belum pernah terjadi sebelumnya” sejak perang dimulai lebih dari empat tahun lalu. Serangan itu terjadi saat kota terbesar kedua Rusia tersebut menjadi tuan rumah hari terakhir forum ekonomi tahunan Rusia yang dihadiri ribuan delegasi internasional.
Gubernur wilayah Leningrad Aleksandr Drozdenko mengatakan lebih dari 140 drone Ukraina berhasil ditembak jatuh di sekitar St Petersburg. Sementara itu, Gubernur St Petersburg Alexander Beglov untuk pertama kalinya meminta warga tetap berada di dalam rumah sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada 2022.
Pemerintah Rusia menyebut serangan tersebut memicu kebakaran di sebuah fasilitas militer yang lokasinya tidak diungkap ke publik. Sejumlah warga dilaporkan dievakuasi, meski kerusakan bangunan disebut relatif kecil.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim serangan itu menargetkan gudang persenjataan angkatan laut Rusia dan pangkalan militer di Kronstadt, markas utama Armada Baltik Rusia.
Menurut Zelensky, drone Ukraina menempuh jarak sekitar 1.000 kilometer menuju kawasan St Petersburg. Selain itu, fasilitas penyimpanan minyak di wilayah Krasnodar, Rusia selatan, juga disebut ikut diserang dalam operasi jarak jauh Ukraina. “Sudah waktunya perang ini diakhiri,” kata Zelensky, sembari menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin masih ingin melanjutkan konflik.
Serangan terbaru tersebut terjadi sehari setelah Putin menolak ajakan Zelensky untuk melakukan pertemuan langsung membahas perdamaian Ukraina.
Dalam forum ekonomi di St Petersburg pada Jumat, Putin menyatakan tidak melihat alasan untuk bertemu Zelensky dan kembali menegaskan bahwa gencatan senjata hanya akan memberi kesempatan Ukraina menyusun kembali kekuatan militernya.
Putin menegaskan perang hanya akan berakhir jika target Rusia tercapai, termasuk tuntutan agar Ukraina menarik diri dari wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia serta menghentikan upaya bergabung dengan NATO. Namun Ukraina menolak menyerahkan wilayahnya kepada Rusia karena khawatir konsesi tersebut justru memicu agresi baru Moskow di masa mendatang.
Komandan unit drone Ukraina, Yevhen Karas, mengatakan operasi serangan ke wilayah Rusia kini semakin mudah dilakukan. “Kami terbang di Rusia seperti di wilayah sendiri. Hampir tidak ada perlawanan dan target mudah dijangkau,” ujarnya.
Di wilayah Luhansk yang diduduki Rusia, otoritas setempat melaporkan penghentian layanan bus di dua jalur utama setelah meningkatnya serangan drone Ukraina terhadap jalur logistik Rusia. Administrasi pro-Rusia juga menghentikan layanan kereta komuter serta transportasi rombongan anak-anak dengan alasan keamanan.
Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina terus meningkatkan serangan drone ke wilayah pendudukan maupun kawasan Rusia. Kyiv menyatakan sasaran utama mereka adalah infrastruktur energi, depot minyak, dan jalur logistik yang menopang operasi militer Moskow.
Seorang analis militer mengatakan lebih dari 200 truk logistik dan sekitar 30 kendaraan pengangkut bahan bakar Rusia telah dihancurkan sejak awal Mei 2026. Sementara itu, Rusia menuduh Ukraina sengaja menyerang sasaran sipil dalam operasi drone lintas wilayah tersebut.
Forum ekonomi internasional di St Petersburg sendiri tetap berlangsung di tengah eskalasi serangan. Acara itu dihadiri delegasi dari sekitar 130 negara, termasuk perwakilan Amerika Serikat yang datang dalam skala terbatas untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.***








