klikwartaku.com
Beranda Ekonomi Inflasi Kalbar Melonjak, Dipicu Kenaikan Harga Beras hingga Telur

Inflasi Kalbar Melonjak, Dipicu Kenaikan Harga Beras hingga Telur

Ilustrasi beras SPHP

KLIK WARTAKU – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat mencatat inflasi year on year pada November 2025 mencapai 2,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen berada di level 108,50.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat Muh. Saichudin S.Si M.Si menjelaskan bahwa seluruh daerah pemantauan mengalami inflasi, dengan Kabupaten Ketapang mencatat angka tertinggi sebesar 2,70 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Pontianak sebesar 1,61 persen.

Kenaikan inflasi y-on-y ini dipicu oleh meningkatnya harga pada sembilan kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,79 persen.

Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,44 persen, kelompok pendidikan 2,41 persen, pakaian dan alas kaki 1,23 persen, serta kesehatan 0,98 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok transportasi 0,78 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran 0,94 persen, rekreasi olahraga dan budaya 0,24 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,22 persen.

Sementara itu, dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang turun 0,79 persen serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan turun 0,50 persen.

BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang memberi andil besar terhadap inflasi y-on-y, seperti emas perhiasan, beras, telur ayam ras, berbagai jenis ikan seperti kembung, baung, tongkol dan nila, udang basah, minyak goreng, mobil, serta sigaret kretek mesin. Adapun komoditas penyumbang deflasi y-on-y meliputi bawang putih, cabai rawit, detergen bubuk, angkutan udara, tomat, ikan bawal, telepon seluler, popok sekali pakai, dan wortel.

Dari sisi perubahan bulanan, inflasi month to month pada November 2025 tercatat sebesar 0,24 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m antara lain angkutan udara, telur ayam ras, emas perhiasan, ketimun, sawi hijau, bayam, ikan nila, ikan kembung, beras, bawang merah, bawang putih, ikan baung, tomat dan buah naga. Sedangkan penyumbang deflasi m-to-m meliputi daging ayam ras, cabai merah, ikan tongkol, wortel, ikan bawal, susu bubuk balita dan kentang.

Secara akumulatif, tingkat inflasi year to date pada November 2025 mencapai 1,57 persen. BPS menegaskan bahwa perkembangan harga pada hampir seluruh komoditas di Kalimantan Barat sepanjang November menunjukkan tren kenaikan, sejalan dengan peningkatan aktivitas masyarakat dan distribusi barang menjelang penghujung tahun. **

 

Bagikan:

Iklan