klikwartaku.com
Beranda Metropolitan Krimhum Polisi Tangkap Pelaku Utama Penikaman WNA Asal PNG

Polisi Tangkap Pelaku Utama Penikaman WNA Asal PNG

FOTO: Salah satu pelaku utama kasus dugaan pengeroyokan dan penikaman yang menewaskan WNA asal PNG, Luis, yakni EM (28) berhasil ditangkap polisi. (Dok. Humas Polri)

KLIKWARTAKU — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Jayapura Kota bersama Polsek Abepura, berhasil mengungkap kasus dugaan pengeroyokan dan penikaman yang menewaskan seorang warga negara asing (WNA) asal Papua New Guinea (PNG), yang terjadi di depan Masjid As-Sholihin, Jalan Gerilyawan, Kelurahan Kota Baru, Distrik Abepura, pada Minggu dini hari 2 Oktober 2025.

Korban yang diketahui bernama Luis, ditemukan warga dalam keadaan terkapar dengan luka tusuk di dada sebelah kiri. Berdasarkan informasi, korban merupakan WNA asal PNG yang berdomisili di Jalan Manokwari, Distrik Abepura.

Kasat Reskrim Polresta Jayapura, Kompol I Dewa Gede Ditya mengatakan, sebelum kejadian, korban bersama beberapa orang diketahui mengonsumsi minuman keras di sekitar Jalan Timika, Abepura.
“Dari keterangan saksi, sempat terjadi keributan di lokasi. Korban kemudian melarikan diri ke arah Masjid As-Sholihin dan akhirnya ditemukan sudah bersimbah darah,” kata Dewa.

Dari hasil penyelidikan, lanjut dia, tim Resmob Unit VI Satreskrim Polresta Jayapura Kota bersama anggota Polsek Abepura berhasil menangkap salah satu pelaku utama, berinisial EM (28) di sekitar RSUD Abepura.

“Satu pelaku lainnya berinisial M, yang diduga berperan melakukan pemukulan terhadap korban, masih dalam pengejaran. Kami mengimbau agar M segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian,” imbaunya.

Dewa menerangkan, dari hasil pemeriksaan awal, motif pelaku diduga karena tersinggung dengan ucapan korban yang dianggap menantang. “Penyidik sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengidentifikasi korban, pemeriksaan visum et repertum, serta penyidikan mendalam untuk mengungkap seluruh pelaku,” ucapnya.

Dewa menegaskan, pihanya akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan di wilayah hukumnya. “Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan di kota ini. Kami akan terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan bertindak cepat, profesional, dan humanis,” pungkasnya.***

Bagikan:

Iklan