klikwartaku.com
Beranda Internasional Pemenang Nobel Perdamaian María Corina Machado Puji Trump: “Kami Bersyukur Atas Upayanya Demi Perdamaian Dunia”

Pemenang Nobel Perdamaian María Corina Machado Puji Trump: “Kami Bersyukur Atas Upayanya Demi Perdamaian Dunia”

Pemimpin oposisi Venezuela dan peraih Nobel Perdamaian 2025, María Corina Machado, menyatakan rasa terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump atas dukungannya terhadap perdamaian dan demokrasi global. Foto: Tangkapan layar YouTube Sky News Australia

KLIKWARTAKU — Peraih Nobel Perdamaian 2025, María Corina Machado, menyatakan rasa terima kasihnya kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas dukungan yang ia nilai berkontribusi besar bagi perdamaian dan kebebasan di dunia.

Pemimpin oposisi Venezuela itu mengungkapkan isi percakapan teleponnya dengan Trump usai menerima penghargaan bergengsi tersebut.

“Saya mengatakan kepadanya betapa bersyukurnya rakyat Venezuela atas apa yang ia lakukan, bukan hanya untuk benua Amerika, tetapi juga untuk perdamaian dan demokrasi di seluruh dunia,” ujar Machado.

Puji Dukungan Trump dan Tekad Perjuangan Demokrasi

Machado, yang selama bertahun-tahun memperjuangkan transisi demokratis dari pemerintahan Presiden Nicolás Maduro Moros, menyebut penghargaan Nobel itu sebagai “suntikan energi dan harapan” bagi rakyat Venezuela.

“Hadiah ini menunjukkan bahwa kami tidak sendiri. Dunia demokratis mendukung perjuangan kami,” katanya.

Machado, 58 tahun, hidup dalam persembunyian selama lebih dari setahun karena ancaman penangkapan oleh pemerintah. Komite Nobel menyebut dirinya sebagai “salah satu contoh keberanian sipil paling luar biasa di Amerika Latin dalam beberapa dekade terakhir.”

Ketua Komite Nobel, Jørgen Watne Frydnes, menjelaskan penghargaan itu diberikan atas “perjuangannya yang gigih demi transisi damai dari kediktatoran menuju demokrasi.”

Kritik terhadap Rezim Maduro dan Seruan Aksi Internasional

Machado menuduh rezim Maduro sebagai “struktur kriminal” yang bertahan hidup melalui aliran dana dari narkotika, penyelundupan emas, senjata, minyak, dan perdagangan manusia.

“Kami memerlukan komunitas internasional untuk memutus aliran dana gelap tersebut. Jika itu berhenti, rezim akan runtuh,” tegasnya.

Machado juga menyebut dukungan internasional, termasuk dari pemerintahan Trump, telah memperlemah kekuasaan Maduro. “Retakan semakin besar dari hari ke hari,” tambahnya.

Trump dan Ambisi Nobel

Presiden Trump sendiri kerap menyatakan keinginannya untuk memenangkan Nobel Perdamaian. Namun Gedung Putih menuding Komite Nobel “lebih memihak politik daripada perdamaian” setelah pemenang diumumkan.

Meski begitu, Machado mengatakan dirinya “sangat senang dapat menyampaikan langsung apresiasi rakyat Venezuela” kepada Trump atas langkah-langkahnya dalam mendukung perdamaian global.

Ketegangan Regional dan Reaksi Dunia

Hubungan antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali menjadi sorotan setelah pasukan AS menewaskan empat orang dalam serangan terhadap kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba di lepas pantai Venezuela awal bulan ini.

Aksi itu menuai kecaman dari Caracas dan Bogotá. Presiden Kolombia Gustavo Petro menuding salah satu kapal yang diserang adalah milik warga negaranya, tuduhan yang dibantah oleh Gedung Putih sebagai “tidak berdasar.”

Meski situasi di kawasan masih tegang, penghargaan Nobel yang diterima Machado dianggap banyak pihak sebagai momentum baru dalam perjuangan demokrasi Venezuela.***

Bagikan:

Iklan