558 Ton Material Radioaktif Berhasil Dipindahkan dari Kawasan Industri Cikande
KLIKWARTAKU — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Cesium 137 (Cs-137) terus mempercepat upaya mitigasi dan penanganan kontaminasi radioaktif di kawasan industri dan pemukiman Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Langkah cepat itu dilakukan untuk mencegah meluasnya dampak radiasi Cs-137 sekaligus melindungi kesehatan masyarakat, pekerja, dan keberlangsungan kegiatan industri di wilayah tersebut.
Ketua Mitigasi dan Penanganan Dekontaminasi Cesium-137 yang juga Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani, mengatakan kegiatan dekontaminasi berjalan intensif dengan hasil signifikan.
“Sebanyak 22 pabrik yang terdeteksi paparan radiasi Cs-137 telah berhasil didekontaminasi oleh Satgas. Pabrik-pabrik ini kini dapat segera beroperasi kembali dengan supervisi dari BRIN dan Bapeten,” kata Rasio dalam keterangan resminya, kemarin.
Rasio menegaskan, selain area pabrik, Satgas juga fokus melakukan dekontaminasi di luar kawasan industri, terutama di Zona Merah yang meliputi area pemukiman, lapak, dan lahan kosong. Kontaminasi di wilayah tersebut disebabkan oleh penggunaan limbah peleburan logam (slag) terkontaminasi radioaktif yang dijadikan material urugan oleh warga.
“Dari 12 lokasi di Zona Merah, lima di antaranya telah selesai didekontaminasi, sementara tujuh lokasi lainnya masih dalam proses intensif,” jelasnya.
Rasio menerangkan, proses pembersihan material terkontaminasi Cesium-137 dilakukan secara ketat oleh tim gabungan Nubika Zeni TNI AD dan KBRN Gegana Brimob Polri, di bawah pengawasan Petugas Proteksi Radiasi (PPR) dari BRIN dan Bapeten. Hingga saat ini, total material terkontaminasi yang berhasil dipindahkan mencapai 275,87 meter kubik atau setara 558,8 ton.
Selain itu, dia menambahkan, kemajuan signifikan juga terlihat dari hasil pemeriksaan 36.769 kendaraan menggunakan Radiation Portal Monitoring (RPM). Sejak 17 Oktober 2025, tidak ada lagi kendaraan yang terdeteksi mengandung Cesium-137. Hal itu menandakan penurunan tingkat penyebaran radioaktif melalui udara di wilayah Cikande.
“Kemajuan ini menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah melalui Satgas dalam upaya mitigasi dan penanganan kontaminasi radioaktif. Kami berterima kasih atas dukungan BRIN, Bapeten, TNI, Polri, serta masyarakat yang telah bersama-sama mempercepat proses mitigasi dan dekontaminasi,” pungkasnya.***







