klikwartaku.com
Beranda Internasional 31 Kukang Mati Sebelum Pembukaan Wahana Sloth World Florida, Diduga Akibat Kondisi Buruk

31 Kukang Mati Sebelum Pembukaan Wahana Sloth World Florida, Diduga Akibat Kondisi Buruk

Sebanyak 31 kukang mati sebelum pembukaan Sloth World di Florida. Laporan menyebut kondisi pengiriman dan gudang tidak layak menjadi penyebab utama. Foto: Tangkapan layar YouTube WKMG News 6 ClickOrlando

KLIKWARTAKU — Sebanyak 31 kukang dilaporkan mati sebelum pembukaan wahana wisata bertema satwa “Sloth World” di Orlando, Florida, Amerika Serikat. Kematian puluhan mamalia tersebut memicu sorotan terhadap praktik pengiriman dan perawatan satwa liar.

Laporan otoritas Florida Fish and Wildlife Conservation Commission (FWC) menyebut sebagian besar kukang mati akibat kondisi buruk di gudang penyimpanan setelah dikirim ke Florida. Beberapa lainnya bahkan sudah dalam kondisi tidak sehat saat tiba.

Kukang-kukang tersebut rencananya akan dipamerkan dalam fasilitas publik bernama Sloth World, yang dipromosikan sebagai “slotharium” pertama di Orlando dengan habitat bergaya hutan hujan.

Namun, investigasi menemukan dua kejadian utama yang menyebabkan kematian massal. Pada Desember 2024, sebanyak 21 kukang yang dikirim dari Guyana mati akibat suhu dingin ekstrem di gudang penyimpanan. Sementara itu, pada Februari 2025, dua dari 10 kukang asal Peru tiba dalam kondisi mati, dan delapan lainnya kemudian menyusul karena kesehatan yang memburuk.

Pejabat menyebut gudang tempat penyimpanan tidak memiliki fasilitas dasar seperti listrik dan air. Pemanas ruangan yang digunakan untuk menjaga suhu justru mati setelah terjadi gangguan listrik, membuat hewan-hewan tersebut terpapar suhu dingin semalaman.

Padahal, kukang merupakan satwa tropis yang hidup di suhu ideal antara 21 hingga 30 derajat Celsius. Data cuaca menunjukkan suhu di Florida sempat turun hingga 7 derajat Celsius pada periode tersebut. Selain itu, FWC juga menemukan pelanggaran standar kandang satwa liar dalam dua kasus, meski hanya memberikan peringatan lisan.

Pemilik Sloth World, Ben Agresta, membantah temuan tersebut. Ia menyatakan kematian kukang disebabkan virus yang sulit terdeteksi, bahkan setelah pemeriksaan pascakematian. “Banyak informasi yang tidak akurat beredar. Faktanya, kami kehilangan kukang karena virus yang hampir tidak menunjukkan gejala,” ujarnya kepada media lokal.

Meski demikian, sejumlah pihak tetap mengkritik keras insiden ini. Anggota legislatif negara bagian Florida, Anna Eskamani, menilai kasus ini menunjukkan celah besar dalam regulasi izin satwa liar. “Tanpa laporan dari masyarakat, mungkin kasus ini tidak akan terungkap,” kata dia.

Kritik juga datang dari organisasi konservasi, termasuk The Sloth Institute, yang sejak awal memperingatkan risiko pemindahan kukang dari habitat aslinya.

Direktur eksekutif lembaga tersebut menyatakan kukang sangat rentan terhadap perubahan lingkungan, terutama ketika dipindahkan dari kanopi hutan ke lingkungan buatan. “Perubahan pola makan dan lingkungan sering memicu masalah kesehatan serius yang berujung pada kematian,” ujarnya.

Sementara itu, otoritas setempat masih melakukan penyelidikan lanjutan. Kantor keselamatan bangunan Orange County bahkan telah mengeluarkan perintah penghentian aktivitas di gudang terkait karena dugaan pelanggaran aturan.

Hingga kini belum jelas apakah Sloth World akan tetap dibuka sesuai rencana tahun ini. Beberapa kukang yang masih hidup dilaporkan telah dipindahkan ke kebun binatang lain di Florida untuk perawatan lebih lanjut.***

Bagikan:

Iklan