klikwartaku.com
Beranda Nasional Ratusan Ribu Warga Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Ratusan Ribu Warga Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Ratusan ribu masyarakat dari berbagai daerah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta

KLIKWARTAKU – Ratusan ribu masyarakat dari berbagai daerah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan bertema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, Sabtu 1 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Doa bersama lintas agama tersebut digelar sebagai ikhtiar memperkuat persatuan bangsa sekaligus memohon agar Indonesia semakin maju, adil, dan sejahtera.

Sejak siang, peserta dari berbagai provinsi mulai berdatangan ke Monas. Mereka berasal dari beragam kalangan, mulai dari tokoh agama, pendidik, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum.

Salah seorang peserta, Idah Baridah, guru yang tergabung dalam rombongan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, mengatakan kehadiran mereka bertujuan mendoakan bangsa agar tetap aman, sejahtera, dan terus berkembang.

“Kami datang untuk mengikuti zikir dan doa bersama agar negara semakin aman, sejahtera, dan maju dalam berbagai bidang,” ujarnya.

Menurut Idah, rombongan dari Kabupaten Bogor mengerahkan sekitar 39 bus dengan kapasitas 54–55 orang per bus. Dengan demikian, jumlah peserta yang diberangkatkan mencapai lebih dari 2.000 orang.

Hal senada disampaikan Paulus, perwakilan Perkumpulan Keluarga Besar Guru Agama Jakarta Barat. Ia berharap doa kebangsaan menjadi momentum mempererat persaudaraan lintas agama sekaligus mendorong lahirnya kepemimpinan yang berintegritas dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Kami berdoa agar Indonesia semakin adil, jujur, dan terbuka. Semoga para pemimpin diberi keberanian untuk mengambil keputusan yang benar demi kepentingan masyarakat, serta bangsa ini semakin diberkahi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan,” katanya.

Penyelenggaraan Zikir dan Doa Kebangsaan tidak hanya menjadi agenda spiritual, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah, profesi, dan latar belakang agama dalam semangat persatuan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berharap nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan gotong royong terus menjadi fondasi dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan pembangunan.***

Bagikan:

Iklan