klikwartaku.com
Beranda Ekonomi IHSG Tertekan Jelang The Fed, Investor Masuk Mode Risk-Off

IHSG Tertekan Jelang The Fed, Investor Masuk Mode Risk-Off

Ilustrasi IHSG ‘kebakaran’

KLIKWARTAKU – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan Senin (14/9/2026). Tekanan jual menguat di tengah sikap investor yang cenderung berhati-hati menjelang keputusan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

IHSG dibuka melemah 7,51 poin atau 0,11 persen ke level 6.533,87. Indeks LQ45 juga turun 0,11 persen ke posisi 648,98.

Tekanan kemudian semakin dalam pada perdagangan sesi II. Hingga pukul 15.00 WIB, IHSG tercatat anjlok 164 poin atau 2,50 persen ke level 6.376.

Nilai transaksi saham pada saat itu mencapai Rp11,21 triliun. Pergerakan tersebut menunjukkan meningkatnya tekanan jual di pasar saham domestik.

Pelemahan IHSG terjadi setelah indeks pada perdagangan Jumat (11/9) ditutup di level 6.541,37 atau turun 0,73 persen. Sepanjang perdagangan pekan sebelumnya, 7-11 September, IHSG melemah 1,44 persen secara point-to-point, sementara investor asing mencatatkan jual bersih sekitar Rp3,3 triliun.

Sentimen eksternal menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar. Investor menunggu hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung 15-16 September 2026.

Selain kebijakan The Fed, pergerakan harga minyak dan perkembangan geopolitik global turut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi inflasi dan arah kebijakan moneter.

Dari sisi teknikal, tekanan IHSG membuat area 6.400-6.420 menjadi level penting untuk dicermati. Jika area tersebut ditembus, IHSG berpotensi bergerak menuju kisaran 6.350-6.370.

Sebelumnya, sejumlah analis memperkirakan IHSG pada perdagangan Senin bergerak dalam kisaran 6.450-6.700. Namun, tekanan jual yang terjadi sejak awal perdagangan membuat indeks bergerak jauh di bawah proyeksi batas bawah tersebut.

Investor kini mencermati kemampuan IHSG bertahan di area support sekaligus menunggu arah kebijakan The Fed yang akan menjadi salah satu penentu sentimen pasar global pekan ini.

Bagikan:

Iklan