klikwartaku.com
Beranda Metropolitan Pontianak BPM Kalbar Ancam Kerahkan Ribuan Massa Jika Pertamina dan Pemerintah Tak Mampu Atasi Atrean BBM

BPM Kalbar Ancam Kerahkan Ribuan Massa Jika Pertamina dan Pemerintah Tak Mampu Atasi Atrean BBM

Aksi unjuk rasa yang dilakukan BPM kalbar

KLIKWARTAKU – Ketua Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat, Gusti Eddy, mendesak Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat segera mengambil langkah konkret menyikapi dugaan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Eddy menilai persoalan ketersediaan BBM bukan sekadar masalah antrean di SPBU, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang dapat berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi daerah. Ia bahkan mengancam akan mengerahkan ribuan massa untuk menggelar aksi demonstrasi apabila persoalan tersebut tidak segera mendapat penyelesaian.

“BBM merupakan hajat orang banyak. Kalau persoalan ini tidak segera diselesaikan, dampaknya bisa meluas dan mengganggu roda perekonomian masyarakat Kalimantan Barat,” kata Eddy, Selasa, 28 Juli 2026.

Menurut Eddy, kondisi antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU menunjukkan adanya persoalan serius dalam distribusi dan ketersediaan BBM di lapangan. Ia meminta Pertamina segera memberikan penjelasan kepada masyarakat sekaligus memastikan pasokan Pertalite kembali normal.

“Saya berharap Pertamina secepatnya mencari solusi terkait kelangkaan BBM di sejumlah SPBU hingga menyebabkan antrean panjang dari pagi hingga malam hari,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai penyebab terjadinya kelangkaan tersebut. Menurutnya, apabila persoalan distribusi atau pasokan tidak segera ditangani, maka kelompok masyarakat yang paling terdampak adalah pekerja, pelaku usaha kecil, pengemudi angkutan, hingga masyarakat yang bergantung pada kendaraan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Eddy juga meminta Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat terbuka menyampaikan kondisi sebenarnya terkait distribusi Pertalite, termasuk langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengatasi antrean di SPBU.

“Jangan sampai masyarakat terus dibuat resah tanpa mendapatkan kepastian. Pemerintah dan Pertamina harus hadir memberikan solusi, bukan hanya melihat masyarakat mengantre berjam-jam,” tegasnya.

BPM Kalimantan Barat, lanjut Eddy, akan terus mengawal persoalan tersebut. Jika tidak ada langkah nyata dalam waktu dekat, pihaknya siap melakukan aksi dengan melibatkan elemen masyarakat dalam jumlah besar.

“Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut. Jika tidak ada penyelesaian, ribuan massa siap turun menyampaikan aspirasi ke kantor Pertamina Patra Niaga Kalbar,” katanya.

Sementara itu, antrean kendaraan di sejumlah SPBU akibat dugaan keterbatasan pasokan Pertalite menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat mobilitas warga dan aktivitas ekonomi apabila berlangsung dalam waktu lama.

Hingga berita ini diturunkan, persoalan ketersediaan Pertalite di sejumlah wilayah Kalimantan Barat masih menjadi sorotan publik. Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama Pertamina dapat segera memastikan distribusi BBM berjalan normal dan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Bagikan:

Iklan