Gedung Putih Tarik Pencalonan Kepala ICE Setelah Tersendat di Senat
KLIKWARTAKU — Gedung Putih menarik pencalonan Lance Schroyer sebagai direktur U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) setelah proses konfirmasinya tidak bergerak di Senat Amerika Serikat. Keputusan itu diumumkan pada Kamis, 17 September 2026, tanpa penjelasan mengenai alasan penarikan.
Schroyer, mantan pejabat Oklahoma Highway Patrol dan penasihat senior Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin, dipilih Presiden Donald Trump pada Juni untuk memimpin lembaga yang berada di garis depan kebijakan penegakan imigrasi pemerintahannya.
Namun, pencalonannya tidak pernah sampai ke pemungutan suara penuh di Senat. Proses tersebut tertahan di Komite Keamanan Dalam Negeri dan Urusan Pemerintahan Senat yang dipimpin Senator Rand Paul dari Partai Republik.
Paul meminta Departemen Keamanan Dalam Negeri memberikan informasi lebih lengkap mengenai penyelidikan kematian warga sipil dalam operasi penegakan imigrasi. Kantor Paul mengatakan sang senator tidak menyatakan keberatan terhadap Schroyer secara pribadi. Penarikan itu membuat ICE kembali tanpa direktur yang dikonfirmasi Senat.
Schroyer memiliki pengalaman hampir tiga dekade di bidang penegakan hukum. Ia juga pernah bertugas di Korps Marinir Amerika Serikat. Sebelum dicalonkan memimpin ICE, Schroyer bekerja sebagai penasihat senior Mullin. Hubungannya dengan pejabat tinggi Departemen Keamanan Dalam Negeri menjadi salah satu latar belakang penunjukannya.
Trump ketika mengumumkan pencalonannya menggambarkan Schroyer sebagai sosok dengan pengalaman operasional panjang dalam penegakan hukum dan penanganan imigrasi. Namun, Schroyer tidak memiliki pengalaman sebelumnya memimpin lembaga penegakan hukum federal sebesar ICE. Ia juga belum pernah menjadi kepala lembaga imigrasi tersebut.
Gedung Putih kemudian hanya mengeluarkan memo singkat mengenai penarikan pencalonannya tanpa memberikan alasan. Pemerintah juga belum mengumumkan kandidat pengganti.
Kebuntuan pencalonan terjadi ketika operasi ICE mendapat sorotan setelah dua warga Amerika Serikat, Renee Good dan Alex Pretti, tewas ditembak dalam insiden terpisah yang melibatkan petugas federal di Minneapolis pada Januari.
Paul, sebagai ketua komite Senat yang menangani pencalonan tersebut, meminta Departemen Keamanan Dalam Negeri memberikan informasi mengenai penyelidikan internal atas insiden-insiden itu.
Menurut Paul, ia bersedia melanjutkan proses pencalonan, tetapi terlebih dahulu ingin memperoleh informasi yang dimintanya. Karena sidang konfirmasi belum digelar, pencalonan Schroyer akhirnya tidak pernah sampai ke tahap pemungutan suara di Senat.
Perdebatan tersebut berlangsung ketika ICE memperluas aktivitas penegakan imigrasi sebagai bagian dari agenda pemerintahan Trump. Penarikan pencalonan Schroyer memperpanjang persoalan kepemimpinan permanen di ICE.
Lembaga tersebut belum memiliki direktur yang dikonfirmasi Senat selama lebih dari satu dekade. Saat ini, tugas direktur dijalankan oleh David Venturella sebagai pejabat pelaksana. Venturella kembali memimpin ICE setelah Todd Lyons meninggalkan jabatan tersebut pada April 2026.
Kondisi itu membuat lembaga yang menjadi instrumen utama kebijakan deportasi pemerintahan Trump tetap berjalan di bawah kepemimpinan sementara. Associated Press melaporkan bahwa penarikan Schroyer terjadi ketika ICE menghadapi peningkatan perhatian terhadap cara lembaga tersebut merekrut dan melatih personel serta pelaksanaan operasi penegakan imigrasi.
Persoalan kepemimpinan ICE juga muncul menjelang pemilihan sela Kongres Amerika Serikat pada November. Kebijakan pengetatan imigrasi merupakan salah satu agenda utama Trump sejak kampanye pemilihan presiden 2024. Namun, pelaksanaannya memunculkan perdebatan di dalam Partai Republik maupun di luar pemerintahan.
Anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Republik, Maria Elvira Salazar dari Florida, termasuk yang secara terbuka meminta perubahan dalam pendekatan pemerintah terhadap penegakan imigrasi.
Dalam iklan yang dirilis Kamis, Salazar mengatakan sebagian kebijakan penegakan imigrasi pemerintah telah berjalan terlalu jauh. Ia juga memperingatkan adanya kekecewaan di antara sebagian pemilih Hispanik yang sebelumnya mendukung Trump.
Sementara itu, pemerintahan Trump belum mengumumkan siapa yang akan menggantikan Schroyer sebagai calon direktur ICE. Dengan penarikan tersebut, lembaga yang bertanggung jawab atas penegakan hukum imigrasi domestik Amerika Serikat kembali berada di bawah pejabat pelaksana, sementara Senat masih menunggu kandidat baru untuk memimpin ICE secara permanen.***










