klikwartaku.com
Beranda Internasional Dua Pelaut Hilang Setelah Kapal Tanker Terbakar di Selat Hormuz

Dua Pelaut Hilang Setelah Kapal Tanker Terbakar di Selat Hormuz

Dua pelaut hilang dan 23 lainnya diselamatkan setelah tanker El Gaia terbakar dan diserang di Selat Hormuz. Iran dan AS berbeda versi soal penyebab insiden. Foto: Tangkapan layar YouTube The Indian Express

KLIKWARTAKU — Selat Hormuz kembali menjadi titik rawan pelayaran internasional. Dua pelaut dilaporkan hilang setelah kapal tanker berbendera Panama, El Gaia, diserang saat melintas di jalur strategis tersebut pada Ahad dini hari.

Otoritas Oman mengatakan 23 pelaut lainnya berhasil diselamatkan. Kapal tanker itu kemudian ditarik menuju salah satu pelabuhan Oman setelah kebakaran terjadi di ruang mesinnya. Pusat Keamanan Maritim Oman atau Maritime Security Centre menyatakan El Gaia menjadi sasaran serangan sekitar 1,3 mil laut atau 2,4 kilometer di sebelah utara Semenanjung Musandam.

Lokasi tersebut berada di kawasan yang sangat sensitif. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia karena biasanya menjadi lintasan sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas global.

Insiden El Gaia segera memunculkan silang klaim antara Iran dan Amerika Serikat. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC pada Senin menyatakan kapal tersebut terbakar setelah menabrak ranjau laut ketika melewati jalur yang mereka sebut terbatas dan tidak aman.

Versi itu dibantah militer Amerika Serikat. Washington menyatakan laporan Iran tidak benar. Menurut militer Amerika, El Gaia sebelumnya terkena rudal Iran pada bulan lalu. Kapal tersebut kembali menjadi sasaran serangan pesawat nirawak pada akhir pekan.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris atau UK Maritime Trade Operations juga melaporkan menerima informasi mengenai kebakaran di sebuah kapal yang terkena proyektil tak dikenal ketika sedang melintasi Selat Hormuz pada Minggu dini hari. Belum ada penjelasan independen yang memastikan proyektil yang menghantam El Gaia berasal dari pihak tertentu.

Kasus El Gaia bukan insiden pertama yang melibatkan kapal tanker di kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Awal bulan ini, dua pelaut asal Filipina tewas dalam insiden yang menimpa supertanker minyak Sidr milik perusahaan Arab Saudi.

IRGC kembali menyebut kapal tersebut terbakar setelah menabrak ranjau laut. Namun otoritas Arab Saudi mengatakan kapal itu menjadi sasaran Iran. Sejumlah perusahaan keamanan maritim juga melaporkan Sidr terkena proyektil ketika berada di utara Musandam.

Rangkaian insiden tersebut memperlihatkan betapa sulitnya memastikan keamanan kapal komersial yang melewati Selat Hormuz di tengah konflik Iran dan Amerika Serikat.

Organisasi Maritim Internasional atau IMO mencatat sedikitnya 22 pelaut tewas dalam 79 insiden yang telah dikonfirmasi di Selat Hormuz dan kawasan Timur Tengah sejak perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari.

Selat Hormuz kini praktis tertutup bagi lalu lintas komersial normal. Serangkaian serangan rudal dan drone Iran terhadap kapal dagang serta blokade laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran membuat perusahaan pelayaran menghadapi risiko yang semakin besar.

Situasi tersebut juga berdampak pada kapal-kapal yang mencoba menggunakan jalur selatan melalui perairan Oman untuk menghindari rute yang melewati perairan Iran. Iran sebelumnya menegaskan tidak akan sepenuhnya melepaskan kendalinya atas jalur strategis tersebut.

Pada Juni, Iran dan Amerika Serikat sempat mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang sekaligus membuka kembali Selat Hormuz. Namun kesepakatan itu hanya bertahan beberapa pekan. Serangan terhadap kapal kembali terjadi. Amerika Serikat kemudian memberlakukan kembali blokade terhadap Iran.

Di tengah ketegangan itu, nasib dua pelaut yang hilang dari El Gaia masih belum diketahui. Bagi industri pelayaran, insiden tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pelayaran di Selat Hormuz kini bukan sekadar persoalan perdagangan, tetapi juga pertaruhan keselamatan awak kapal.***

Bagikan:

Iklan