Handuk Roland Garros Bertahan di Tengah Reruntuhan Rumah Petenis Ukraina Diserang Rusia
KLIKWARTAKU — Sebuah handuk berwarna oranye dari turnamen Roland Garros menggantung di antara puing-puing sebuah bangunan di Odesa, Ukraina. Benda kecil itu menjadi satu-satunya barang yang disebut masih bertahan setelah rudal Rusia menghantam apartemen keluarga petenis Ukraina, Dayana Yastremska.
Yastremska, 26 tahun, mengunggah foto kondisi rumah keluarganya melalui media sosial pada Sabtu. Dalam unggahan tersebut, terlihat bangunan bertingkat yang rusak parah dan terbakar setelah serangan udara Rusia. “Seperti inilah wajah ‘dunia Rusia’. Hantaman langsung rudal jelajah Kalibr,” tulis Yastremska.
Namun di antara kehancuran itu, sebuah handuk dari Roland Garros justru masih tergantung di reruntuhan. “Satu-satunya yang selamat adalah handuk Roland Garros,” tulis Yastremska sambil memperlihatkan handuk khas turnamen Grand Slam lapangan tanah liat di Paris tersebut.
Yastremska kemudian menyebut kehancuran rumah keluarganya sebagai simbol ironis dari perang yang masih berlangsung di Ukraina. “Sebuah rudal Rusia menghancurkan apartemen kami di Odesa. Simbolis. Sepotong dunia tenis selamat dari rudal Rusia. Rumah kami tidak,” ujarnya.
Kepala Administrasi Regional Odesa, Oleh Kiper, mengatakan serangan rudal dan drone Rusia pada Jumat malam menghantam Odesa serta kawasan Chornomorsk. Sedikitnya 37 orang terluka dalam serangan tersebut, termasuk seorang bayi. Dua orang lainnya dilaporkan masih hilang.
Yastremska juga menandai akun organisasi tenis dunia, Women’s Tennis Association (WTA) dan International Tennis Federation (ITF), dalam unggahannya. “Lihat gambar-gambar ini melalui mata kami,” tulisnya.
Pesan tersebut menjadi seruan agar dunia olahraga tidak melihat perang Ukraina hanya sebagai konflik yang jauh dari arena pertandingan. Yastremska merupakan salah satu petenis Ukraina yang tetap berkarier di tengah invasi Rusia. Pada 2024, ia mencatat pencapaian terbaiknya di turnamen Grand Slam dengan menembus semifinal Australian Open.
Saat ini, Yastremska berada di peringkat 113 dunia nomor tunggal putri. Kehancuran rumah Yastremska bukan kejadian pertama yang menimpa atlet Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran pada 2022.
Pada tahun lalu, gelandang tim nasional Ukraina, Heorhiy Sudakov, mengatakan apartemennya di Kyiv mengalami kerusakan berat akibat serangan drone Rusia. Saat serangan itu terjadi, istri dan anak Sudakov berada di dalam rumah.
Bagi Yastremska, reruntuhan apartemen keluarganya kini menyisakan pemandangan yang kontras. Sebuah benda yang identik dengan dunia tenis internasional masih tergantung di antara puing-puing, sementara rumah yang menjadi tempat keluarganya berlindung telah hancur.
Handuk Roland Garros itu menjadi saksi kecil dari sebuah perang yang telah menjalar hingga ke kehidupan pribadi para atlet Ukraina.***








