Ratusan Perenang Muda Bakal Berlaga di Ketapang Short Course 2026, Jon Heri: Momentum Mencetak Atlet Masa Depan
KLIKWARTAKU – Kabupaten Ketapang bersiap menjadi pusat perhatian dunia renang pelajar di Kalimantan Barat. Ratusan atlet muda dari berbagai kabupaten dan kota dijadwalkan ambil bagian dalam Lomba Renang Antar Pelajar se-Kalimantan Barat 2026 yang akan digelar di Kolam Renang Pawan Ria, Sabtu, 5 September 2026.
Kejuaraan bertajuk Ketapang Short Course 2026 ini menjadi ajang pembinaan atlet usia dini sekaligus wadah bagi para perenang muda untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan menunjukkan prestasi di tingkat provinsi.
Ajang tersebut merupakan hasil kolaborasi Kayra Swimming Club (KSC) Ketapang, ABU Swim Ketapang, dan Pawan Ria Ketapang sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pembinaan olahraga renang di Kalimantan Barat.
Ketua Pelaksana, Jon Heri, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun regenerasi atlet renang yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kami ingin menghadirkan kompetisi yang berkualitas dan memberikan pengalaman bertanding yang baik bagi para pelajar. Ajang ini menjadi ruang bagi atlet-atlet muda untuk mengukur kemampuan, menambah jam terbang, sekaligus membangun mental bertanding sejak usia dini,” ujarnya.
Menurut Jon Heri, Kalimantan Barat memiliki banyak atlet muda berbakat yang membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk tampil dalam kompetisi resmi. Melalui kejuaraan ini, para pelatih dan klub juga dapat mengevaluasi hasil pembinaan yang telah dilakukan selama ini.
“Kami percaya setiap daerah memiliki bibit-bibit perenang yang luar biasa. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan untuk tampil dan berkompetisi. Melalui Ketapang Short Course 2026, kami ingin membuka ruang tersebut sehingga pembinaan atlet dapat berjalan lebih berkelanjutan,” katanya.
Selain menjadi ajang pencarian prestasi, kejuaraan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antarklub renang, sekolah, pelatih, dan komunitas olahraga di Kalimantan Barat.
“Selain mengejar prestasi, kami ingin membangun kebersamaan. Kompetisi yang sehat akan melahirkan persahabatan, saling belajar, dan semangat untuk terus berkembang. Itulah nilai yang ingin kami tanamkan kepada seluruh peserta,” tuturnya.
Panitia mengundang seluruh sekolah, klub renang, dan atlet pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat untuk mengikuti kejuaraan ini. Beragam nomor perlombaan akan dipertandingkan sesuai kelompok usia sehingga memberikan kesempatan yang luas bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Jon Heri berharap Ketapang Short Course dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang konsisten sehingga mampu memperkuat sistem pembinaan atlet renang di Kalimantan Barat.
“Kami berharap Ketapang Short Course tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi dapat menjadi agenda rutin yang dinantikan setiap tahun. Dengan kompetisi yang konsisten, pembinaan atlet akan semakin terarah dan prestasi renang Kalimantan Barat dapat terus meningkat,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat Ketapang untuk hadir memberikan dukungan kepada para atlet yang akan bertanding.
“Dukungan masyarakat memiliki arti yang sangat besar bagi para atlet. Kehadiran penonton akan menjadi motivasi bagi mereka untuk menampilkan kemampuan terbaik sekaligus menjunjung tinggi sportivitas. Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menyukseskan kejuaraan ini,” katanya.
Melalui penyelenggaraan Ketapang Short Course 2026, panitia berharap lahir atlet-atlet renang potensial yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Barat pada berbagai kejuaraan tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
Di sisi lain, ajang ini juga diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga renang sebagai bagian dari pembinaan karakter, kedisiplinan, dan gaya hidup sehat. *** Julizal









