klikwartaku.com
Beranda Internasional Putin Akui Serangan Ukraina Mulai Guncang Ekonomi Rusia dan Krisis Bahan Bakar Krimea

Putin Akui Serangan Ukraina Mulai Guncang Ekonomi Rusia dan Krisis Bahan Bakar Krimea

Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Tangkapan layar YouTube Associated Press

KLIKWARTAKU — Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya mengakui bahwa gelombang serangan Ukraina terhadap infrastruktur strategis Rusia mulai memberikan dampak terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat di negaranya.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin pada Jumat waktu setempat di tengah meningkatnya intensitas serangan jarak jauh Ukraina terhadap kilang minyak, depot bahan bakar, hingga jalur pipa energi Rusia dalam beberapa pekan terakhir.

Salah satu serangan terbaru yang diklaim Kyiv menargetkan kilang minyak besar di Nizhnekamsk pada Kamis malam. Serangan itu menjadi bagian dari strategi Ukraina untuk melemahkan sektor energi Rusia yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan negara.

“Mereka tentu menyebabkan kerugian bagi kita, tetapi kita pulih dengan cepat,” kata Putin seperti dikutip kantor berita pemerintah Rusia, TASS.

Meski mengakui adanya dampak ekonomi, Putin menegaskan serangan Ukraina tidak akan mampu memecah belah masyarakat Rusia maupun menggoyahkan tekad Moskow untuk melanjutkan invasi ke Ukraina.

Menurut Putin, tujuan utama Ukraina adalah menciptakan kepanikan sosial dan tekanan ekonomi di dalam negeri Rusia. “Serangan-serangan itu ditujukan untuk menabur kebingungan di masyarakat,” ujarnya.

Selama beberapa bulan terakhir, Ukraina semakin agresif melancarkan serangan ke wilayah Rusia, termasuk ke fasilitas energi yang berada jauh dari garis depan perang. Kilang minyak, depot bahan bakar, dan jalur distribusi energi menjadi target utama karena dinilai vital bagi ekspor minyak dan gas Rusia.

Kyiv menyebut serangan tersebut sebagai bentuk balasan atas serangan drone dan rudal Rusia yang hampir setiap hari menghantam kota-kota di Ukraina. Dalam pidatonya, Putin juga berjanji akan meningkatkan serangan terhadap “infrastruktur musuh” untuk mencegah Ukraina menyerang fasilitas sipil di Rusia.

Selain itu, ia kembali meminta peningkatan sistem pertahanan udara nasional, seruan kedua yang disampaikan Kremlin dalam bulan ini menyusul meningkatnya kemampuan serangan drone Ukraina.

Tidak hanya menyasar wilayah Rusia daratan, Ukraina juga memperluas operasi militernya ke wilayah Krimea yang diduduki Rusia sejak 2014. Jalur logistik dan truk pengangkut bahan bakar dilaporkan menjadi sasaran utama.

Serangan terhadap rantai pasokan energi itu memicu krisis bahan bakar terburuk di Krimea dalam beberapa tahun terakhir. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengakui adanya kelangkaan bahan bakar di wilayah tersebut dan mengatakan pemerintah sedang mengambil langkah darurat untuk mengatasinya.

Lembaga pemikir Institute for the Study of War (ISW) yang berbasis di Washington menilai strategi Ukraina kini semakin terkoordinasi antara serangan jarak jauh dan gangguan logistik di wilayah pendudukan Rusia.

Menurut analisis ISW, serangan terhadap kilang dan fasilitas produksi energi mengurangi kapasitas produksi bahan bakar Rusia, sementara serangan ke jalur distribusi memperburuk kemampuan Moskow menyalurkan pasokan energi.

Di tengah tekanan tersebut, Putin juga kembali menolak kemungkinan pertemuan langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk membahas perdamaian. Sementara itu, Panglima Tertinggi Ukraina, Oleksandr Syrskii, mengklaim pasukannya berhasil merebut kembali lebih banyak wilayah dibandingkan yang hilang selama Mei 2026.

Klaim itu dinilai sebagai sinyal bahwa laju kemajuan Rusia di Ukraina timur mulai melambat setelah berbulan-bulan melakukan ofensif besar-besaran.***

Bagikan:

Iklan