Iran Umumkan Jadwal Pemakaman Ali Khamenei, Dimakamkan di Kota Kelahiran Mashhad
KLIKWARTAKU — Pemerintah Iran resmi mengumumkan jadwal prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang akan dimulai pada 4 Juli 2026 di Teheran sebelum dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, lima hari kemudian.
Media pemerintah Iran melaporkan, rangkaian penghormatan terakhir untuk Khamenei akan berlangsung selama beberapa hari dan dipusatkan di sejumlah kota penting keagamaan serta politik di Iran.
Prosesi pemakaman akan dimulai di ibu kota Teheran pada 4 Juli dengan upacara penghormatan nasional selama tiga hari. Setelah itu, jenazah akan dibawa ke kota suci Qom untuk seremoni lanjutan pada 7 Juli sebelum akhirnya dimakamkan di Mashhad pada 9 Juli.
Jadwal tersebut sebelumnya sempat direncanakan pada Maret lalu, namun ditunda akibat meningkatnya konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Ali Khamenei dilaporkan tewas pada usia 86 tahun setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam kompleks kediamannya pada Februari lalu. Kematian tokoh paling berpengaruh di Iran itu memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah dan memperburuk hubungan Teheran dengan Washington maupun Tel Aviv.
Khamenei memimpin Iran sejak 1989 setelah wafatnya pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Selama lebih dari tiga dekade berkuasa, Khamenei dikenal sebagai figur utama yang membentuk struktur militer, politik, dan paramiliter Iran modern.
Jika Khomeini dianggap sebagai arsitek ideologi Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan Dinasti Pahlavi, maka Khamenei dinilai berperan besar dalam memperkuat pengaruh Garda Revolusi Iran dan jaringan sekutu regional Teheran di Timur Tengah.
Di tengah transisi kepemimpinan Iran, nama putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, kembali menjadi perhatian internasional. Mojtaba selama ini dikenal tertutup dan jarang tampil di depan publik, namun sejumlah pejabat Barat meyakini pengaruhnya di lingkar kekuasaan Iran semakin besar.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, awal bulan ini mengatakan Mojtaba Khamenei mulai mengambil peran yang lebih aktif dalam pemerintahan Iran di tengah negosiasi pascagencatan senjata antara Tehran dan Washington.
Gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sendiri mulai berlaku pada 8 April setelah konflik militer berkepanjangan yang memicu kekhawatiran perang regional berskala besar.
Hingga kini, pemerintah Iran belum mengumumkan secara resmi siapa figur yang akan memegang kendali penuh sebagai Pemimpin Tertinggi setelah wafatnya Ali Khamenei. Namun berbagai spekulasi mengenai suksesi kekuasaan terus berkembang, termasuk kemungkinan Mojtaba Khamenei memainkan peran sentral dalam masa depan politik Republik Islam Iran.***








